Warga Banjarmasin Gelar Salat Gerhana Matahari Hingga Teteskan Air Mata

Banjarmasin, KP – Sebagian warga Kota Banjarmasin berbondong–bondong memadati halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Pukul 12.30 Wita pada Kamis (26/12).

Mereka tidak ingin melewatkan fenomena Gerhana Matahari, tetapi dalam kesempatan itu masyarakat melaksanakan Sholat Gerhana Matahari usai ba’da Zuhur.

Sholat sunah yang di Imami Ustadz H Sofyan al-Hafizh tersebut berlangsung khusyuk.

Salah seorang Banjarmasin Nurdidayah (50) salah satu yang merasakannya. Ia turut berbahagia bisa menjalani ibadah Sholat Gerhana pada tahun ini.

Terbukti pada sholat Khatib Drs KH Darul Quthni naik diatas mimbar, air Mahayah keluar begitu saja membasahi pipinya.

Ia hadir ke Mesjid tertua di Kalsel itu sendiri. Mengendarai sepeda motor roda dua dari alamat rumahnya Jalan Hasan Basri.

“Sengaja datang kesini, karena Salat Gerhana ini tidak rutin kan dan juga melengkapi ibadah kita karena belum tentu tahun depan kita merasakan ini kembali,” ujar Nurhidayah.

Berita Lainnya
1 dari 1.421
Loading...

Ketua Pengurus Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Darul Quthni menyatakan, fenomena gerhana matahari terjadi tak terlalu sering.

Olehnya, dalam beberapa tahun kebelakang, Mesjid Sabilal Muhtadin melaksanakan Salat sunah ini. Apalagi posisi Mesjid tersebut adalah tempat ibadah tertua di Kalsel.

“Sesuai dengan pesannya, Salat Gerhana ini dikhususkan untuk menyadari diri kita bahwa masih banyak dosa sehingga orientasi banyak bertaubat,” pungkasnya.

Ketika menyadari hal demikian, Ia berkata agar jemaah menerangkan amalan itu untuk menghadapi kehidupannya yang cerah.

Adanya fenomena gerhana bulan manfaatnya begitu signifikan. Fenomena ini bisa dijadikan tolok ukur keakuratan hasil hisab. Termasuk mengagumi cipataan Allah. Dari situ manusia diingatkan agar tak mempunyai sifat takabur dalam dirinya.

“Kita ingin juga Salat Gerhana ini berperan untuk kontribusi kepada banua dan bangsa bisa tercapai,” tuturnya.

Fenomena Gerhana Matahari bisa diamati di beberapa belahan bumi manapun. Hanya saja ada beberapa tempat di Indonesia tidak bisa menyaksikan kebesaran Tuhan ini secara utuh.(vin/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya