Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu

BANJARMASIN, KP – Cuaca ektrem dan turun hujan deras akhir-akhir ini mulai berdampak pada naiknya harga cabai-cabaian disemua jenis seperti cabai rawit tembus Rp100 per kilogram.

Kenaikkan harga yang cukup melonjak terjadi disejumlah pasar tradisional Pasar Sentra Antasari, Pasar Baru Harum Manis serta pasar tradisional Pasar Teluk Tiram, Banjarmasin.

Salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Sentra Antasari, Siti Hadijah Selasa, mengakui, dengan naiknya harga cabai, terutama cabe rawit ini permintaan pasar semakin menurun, bahkan, banyak para pembeli tidak lagi berani membeli dalam jumlah yang banyak.

Dikatakan, kenaikan harga cabai rawit dari sebelumnya hanya Rp70 ribu saja per kilogramnya, kini sudah tembus Rp100 ribu.

“Naiknya harga cabe jenis varietas lainnya juga terjadi seperti cabai taji yang sebelumnya hanya Rp 25 ribu naik menjadi Rp35 ribuan begitu pula terjadi pada cabai merah besar sudah Rp25 ribu per kilogram,” ucap Hasta pedagang lainnya.

Menurutnya, pasokan cabai yang beredar di Pasar Sentra Antasari dan pasar lainnya di Banjarmasin, kebanyakan didatangkan dari banua lima, Sulawesi, sebagian saja dipasok Pulau Jawa.

Berita Lainnya
1 dari 455
Loading...

“Sudah seminggu ini, harga cabai mengalami kenaikan harga dan kenaikannya sangat tinggi jika dibanding sebulan yang lalu,” ucap Halimah.

Masih menurut Hasta, kenaikan harga cabai ini akibat minimnya pasokan yang masuk kepasar-pasar tradisional Banjarmasin, karena daerah sentra penghasil di Sulawesi, Jawa dan banua enam terus berkurang akibat curah hujan tinggi.

Hasta mengakui, saat ini ada beberapa jenis cabai yang ada di pasaran, seperti cabe taji dengan kepedasan lebih tinggi dibanding cabe rawit namun belum begitu familiar di lidah warga banua.

Bahkan jelasnya, kenaikan harga cabe ini juga membuat juga penjualan semakin menurun.

Seorang pemilik warung makan di Jalan Teluk Tiram H Farjo kepada wartawan mengatakan, ia terpaksa mengurangi porsi pembeliannya jika sebelumnya, setiap hari membutuhkan cabai berkisar 3 kilogram sampai 4 kilo kini dikurangi menjadi 1 kilogram saja.

“ Saya berharap agar instansi terkait bisa mencarikan solusi di tengah melonjaknya harga cabai-cabaian yang terus naik belakangan ini,” ungkapnya.

“Apakah nanti ada digelar operasi pasar atau sejenisnya, sehingga harga cabai rawit khususnya bisa kembali normal seperti sedia kala,” tutup kakek 2 cucu ini berharap. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya