Realisasi Penerimaan Lampaui Target Rp20 M Lebih

BANJARMASIN, KP – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Pemko Banjarmasin hingga akhir tahun 2019 mencapai 105,16 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp314 miliar, dengan total penerimaan berhasil melampaui target yakni Rp330.710.487,37.

“Kalau dibandingkan target yang ditetapkan ada selisih atau melampaui sebesar Rp20 miliar lebih dari hasil penerimaan yang ditargetkan Bakeuda din akhir tahun 2019 sebesar Rp314 miliar,’’ ungkap Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin H Subhan Nor Yaumil kepada awak media, Jumat (3/1).

Capaian penerimaan PAD tersebut tak lepas dari sumbangan pajak daerah sebesar Rp209.362.826,590 atau 103 persen, kemudian sumbangan retribusi pajak daerah dari Rp36 miliar realiasi yang dicapai hanya Rp34,219 atau 94,74 persen, kemudian hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan dari target Rp30 miliar lebih realisasi hanya 72,88 persen atau sebesar Rp21,883 miliar, kemudian penerimaan lain-lain yang ditargetkan Rp38 miliar realisasi yang dicapai Rp58.960.351.514,34.

Subhan Nor Yaumil juga mengakui dengan beragam fasilitas yang dimiliki, Duta Mall (DM) menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) utama Banjarmasin sepanjang tahun 2019, memang Duta Mall merupakan penyumbang pajak terbesar. Bahkan, menjadi yang terbesar dibanding sektor lainnya.

Kalau dihitung hasil sekitar Rp50 miliar atau 20-30 persennya merupakan pajak yang berasal dari DM. Capaian demikian belum dihitung dengan pajak parkir yang dikelola oleh Dinas Perhubungan.Capaian ini tak lepas dari peran penting Duta Mall Banjarmasin dalam dukungan pemasukan PAD terbesar,’’ papar Subhan.

Bahkan, Kota Banjarmasin, sebagai pusat perbelanjaan modern terbesar di Kalimantan Selatan, puluhan investor jelas mengantre untuk mengembangkan usahanya di DM. Saat akhir pekan, sektor apapun seperti sarana rekreasi di sana selalu dipadati pengunjung. Pendapatan, baik dari mall hingga hotel di DM selalu stabil.

Berita Lainnya
1 dari 1.790
Loading...

Menurut Subhan, pajak restoran menjadi sektor pendapatan terbesar untuk kas Banjarmasin. Selain itu ada juga Pizza Hut. Waralaba makanan internasional ini menyumbang sekitar Rp100 juta dalam sebulan, sementara Hotel Mercure Rp150-300 juta.

“Pajak restoran memang semua yang ada di Duta Mall memberikan hasil yang cukup signifikan, dibandingkan dengan hasil lainnya,’’ ucapnya.

Potensi pajak restoran ini cukup menggiurkan. Pasalnya, penduduk Kota Banjarmasin rata-rata merupakan pekerja sehingga tak jarang mereka makan di luar. “Makanya, bisnis kuliner terus tumbuh di Banjarmasin,’’ ungkapnya.

Selain DM, Pemko Banjarmasin mencatat ada sekitar 400 wajib pajak yang menjadi salah satu pendapatan terbesar di Kota Banjarmasin. Meski demikian, masih banyak pengusaha restoran yang dianggap tak jujur. Karena, mereka menghindari pajak yang ditetapkan pemerintah.

Demi menghindari hal demikian, pemerintah berencana memasang Tapping Box sebanyak 300 buah di tahun 2020. “Tahun 2019 kemarin sudah 100 Tapping Box kita pasang, sekarang tambah 300 buah lagi untuk mengawasi retribusi pajak ini,’’ tutur Subhan.

Bahkan dari wajib pajak, ia menargetkan PAD 2020 Kota Banjarmasin sebesar Rp367 miliar. Angka demikian meningkat dibandingkan tahun lalu sekira Rp40 miliar. “Saya optimis PAD Kota Banjarmasin akan terus meningkat,’’ demikian Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin H Subhan Nor Yaumil.(vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya