Dampak Virus Corona Harga ‘Siputih’ Naik 100 Persen

“ Kami sebagai pedagang berharap pasokan bawang asal Tiongkok kembali normal dan virus Corona cepat diatasi penyebarannya,” ungkap ibu 3 anak ini.

BANJARMASIN, KP – Dalam sepekanan lebih harga jual bawang putih asal Tiongkok mulai meroket, paska pemerintah Indonesia melarang atau melakukan penyetopan bahan pangan dan buah asal Cina masuk Indonesia, terindikasi terpapar virus Corona

Para penjual bawang eceran di Pasar Lima dan Pasar Lama Rabu sepakat menjelaskan jika harga bawang putih mengalami kenaikan dalam seminggu ini harga bawang putih eceran Pasar Lima dijual Rp60 ribu perkilonya padahal sebelumnya hanya Rp30 ribuan saja paska pasokan yang semakin berkurang naik hingga 100 persen.

Hj Olya Olfah salah satu distributor bawang merah dan putih dikawasan Pasar Lima menjelaskan, karena pasokan mulai terganggu karena bawang putih ini impor asal China sehingga harganya mulai terdongkrak naik terus bervariasi setiap harinya dari Rp15,000,- sebelumnya naik menjadi Rp20 000,- per kilonya bahkan untuk beberapa hari kedepan harganya dipastikan akan naik kembali saat ini sudah naik hingga mencapai 100 persen.

Naiknya harga bawang putih asal China info dari importir Pulau Jawa karena mulai dikurangi dan pasokan ekspor pangan asal Tiongkok masuk Indonesia sehingga bawang yang ada merupakan pasokan digudang terdahulu.

“Padahal bawang putih ini masuk banua terbesar asal Tiongkok,” jelasnya.

“ Kami sebagai pedagang berharap pasokan bawang asal Tiongkok kembali normal dan virus Corona cepat diatasi penyebarannya,” ungkap ibu 3 anak ini.

Berita Lainnya
1 dari 457
Loading...

H Maman salah seorang pedagang bawang, mengatakan, selain bawang putih yang naik juga diikuti naiknya harga bawang merah karena dipengaruhi gagal panen disenjumlah sentra penghasil disebabkan curah hujan akhir-akhir ini yang masih sangat tinggi.

Dampaknya karena pasokan bawang merah dan putih mulai melambat dari sentra penghasil sedangkan permintaan masih seperti biasanya dari agen dan toko serta para pengecer sehingga harganya naik siknifikan dari hari-hari sebelumnya.

“ Dalam sehari bawang merah serta putih bisa terjual berton-ton karena permintaan bawang putih tidak hanya dari Banjarmasin saja namun permintaan juga dari Banua Enam dan provinsi tetangga Kalteng yang membeli dalam jumlah besar, bagitu juga dengan bawang bombai,” jelas pengusaha asal NTB ini.

Naiknya harga bumbu dapur ini juga dipengaruhi keterlambatan transfortasi laut karena gelombang masih cukup ektrem sehingga ada keterlambatan pasokan bawang merah selain gagal panen.

“ Saat ini yang membanjiri pasar Banjarmasin adalah bawang asal Pulau Jawa sedangkan bawang Makassar dan Bima masih sedikit, sedangkan bawang asal Bima yang paling disukai konsumen,” lanjutnya.

Romli penjual soto dikawasan Brigjen Hasan Basri mengatakan ia sangat terganggu dengan naiknya harga bawang merah dan bawang putih saat ini karena kedua bumbu ini kebutuhan mutlak, kalau dikurangi menunya takut mengubah rasa pelanggannya.

Hj Santi penjual bawang eceran di Pasar Lama menjelaskan, hingga saat penjualan bawang merah dan putih masih tinggi, namun permintaan masih bagus walaupun harganya naik. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya