BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Musim kemarau rupanya tak disia-siakan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin untuk tancap gas membenahi tata air kotanya. Berkolaborasi penuh dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Pemko kini memusatkan kekuatan alat beratnya untuk mengeksekusi normalisasi Sungai Baru yang membelah kawasan Kelurahan Pekapuran Raya dan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Pantauan di lapangan menunjukkan pengerjaan ini dilakukan secara agresif. Sebuah alat berat berjenis excavator amphibi diterjunkan langsung untuk mengobrak-abrik endapan lumpur pekat di dasar air. Langkah taktis ini diambil guna menguras sedimentasi parah yang selama ini membuat urat nadi sungai tersebut mendangkal dan kehilangan fungsi optimalnya.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, yang memonitor jalannya proyek ini memastikan kendala klasik berupa pembebasan lahan sudah sepenuhnya tuntas. Dengan beresnya urusan pembebasan area warga tersebut, alat berat kini bisa bermanuver lebih leluasa untuk mengeksekusi penataan fisik tanpa ada lagi hambatan sosial di lapangan.
“Urusan lahan di sepanjang kawasan Sungai Baru ini sudah kita bereskan seluruhnya, karena hambatannya sudah tidak ada, fokus utama kita sekarang murni terjun ke lapangan untuk menata ulang dan mengeruk habis area sungai yang kondisinya sudah sangat dangkal ini,” tegas Yamin.
Menariknya, skenario pengerjaan fisik di lapangan justru lebih banyak digeber mulai sore hingga menembus malam hari. Strategi ini sengaja diterapkan oleh tim teknis guna menyiasati siklus alam. Saat debit air perlahan menyusut di waktu-waktu tersebut, excavator dapat menjangkau dasar sungai dan mengeruk lumpur dengan daya angkat yang jauh lebih maksimal.
Lebih dari sekadar memperlancar arus, manuver Pemko ini membawa visi jangka panjang yang sangat krusial bagi warga sekitar. Kawasan yang tengah dibedah ini diproyeksikan untuk naik kelas menjadi area retensi atau kantong penampungan genangan air berskala besar.
“Target sasaran kita bukan cuma sekadar sungainya bersih, kita sangat berharap kawasan ini benar-benar bisa berfungsi sebagai lokasi retensi genangan air, khususnya sebagai pelindung utama bagi permukiman padat di Kelurahan Sungai Baru dan Pekapuran Raya,” ujar Yamin.
Guna mengejar kesiapan sebelum musim penghujan tiba, orang nomor satu di Banjarmasin itu mematok target agar fase pembersihan dan pengerukan ini bisa dirampungkan dalam kurun waktu satu minggu ke depan. Setelah lumpur bersih, kawasan ini akan segera ditata ulang secara komprehensif, sehingga kapasitas tampung sungainya meningkat drastis dan ancaman banjir tahunan dapat ditekan seminimal mungkin. (nug/KPO-4).















