Gubernur Kalsel Raih Penghargaan Nasional

GUBERNUR Kalsel, H Sahbirin Noor kembali meneima penghargaan nasional.

Setelah dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, atas kepedulian di bidang peningkatan pelayanan publik, kali ini penghargaan datang dari Kementerian Pertanian.

Penghargaan itu diberikan atas komitmen terhadap Peningkatan Produksi dan Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan dalam rangka Hari Perkebunan Nasional ke-62 Tahun 2019 lalu.

Penghargaan ini diterima Gubernur Kalsel pada kegiatan Temu Usaha Unit Pengelolaan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB) dan Sosialisasi Petugas Kemitraan, Selasa (11/2) di Kiram Park, Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Diberikannya, penghargaan ini tidak lepas dari komitmen dan perhatian gubernur yang akrab disapa Paman Birin, terhadap perkebunan di Kalsel.

Seperti sektor perkebunan karet, Pemprov Kalsel sudah membentuk Unit Pengelolaan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB), yang dapat menjaga harga jual petani karet, sehingga tidak anjlok.

Dalam pengarahannya, Paman Birin berpesan kepada para petani karet agar menjual hasil sadapannya ke UPPB jangan ke tengkulak.

Karena harga jual di UPPB jauh lebih tinggi dari harga jual di tengkulak.

Berita Lainnya

Bunda PAUD Imbau Guru TK Inovatif Mendidik Anak

Rehab DAS PT Adaro Blok III Disosialisasikan

1 dari 375
Loading...

“Saya pesan kepada para petani karet, agar menjual hasilnya ke UPPB, jangan ke tengkulak,” ujarnya.

Paman Birin juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para petani di Kalsel, sehingga pertanian maupun perkebunan di Kalsel dapat terus bergerak maju.

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, drh Suparmi, mengatakan akan terus mengawal instruksi dari Gubernur Kalsel untuk mengawal program perkebunan dan peternakan, sehingga berdampak langsung kepada Masyarakat.

Secara rinci Suparmi menjelaskan, Kalsel termasuk salah satu penghasil karet, luas areal perkebunan karet hingga saat ini mencapai 270.205 Ha.

Itu terdiri dari 244.421 Ha karet rakyat, 13.932 Ha perusahaan karet negara dan 12. 472 Ha perusahaan karet swasta dengan produksi 192,213 ton /tahun bokar yang diusahakan oleh 193.344 KK.

Jumlah pabrik karet yang ada saat ini sebanyak 11 (sebelas) unit dengan kapasitas terpasang sebesar 273.400 ton/tahun, terdiri dari pabrik crumb rubber 9 unit dan sir 10 dan sir 20 serta rubber smoke sheet/rss 2 unit.

Dari data tersebut menunjukan bahwa pabrikan masih kekurangan bahan baku sebesar 79,970 ton/tahun atau 29,09 persen.

Selain itu, saat ini UPPB yang sudah terbentuk sebanyak 133 unit (20,46 persen) dari total target 650 unit UPPB yang diperlukan di Kalsel.

Dalam 5 tahun ke depan, UPPB sebanyak 650 dapat dipenuhi.

“Kami selalu siap untuk mengawal program tersebut dikawal dengan benar, beliau juga meminta kepada kami agar program-program yang dibuat ataupun diusulkan berdampak langsung kepada masyarakat,” tegas Suparmi. (adv/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya