BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Mantan pemain bintang Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17, Fadly Alberto (17 tahun), pelaku tendangan kungfu saat Bhayangkara FC melawan Dewa United di Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 Minggu (19/4/2026) lalu, resmi mendapat hukuman sanksi larangan bermain selama 3 tahun.
Berarti Fadly Alberto baru bisa tampil kembali pada April 2029 mendatang, sehingga tak bisa membela Timnas Indonesia berbagai kompetisi internasional U-20.
Tiga pemain Bhayangkara lainnya juga dihukum larangan bermain selama 2 tahun, sedangkan tiga pemain Dewa United juga mendapat hukuman larangan bermain 1 hingga 2 tahun.
Namun Fadly Alberto paling berat dengan larangan bermain 3 tahun.
Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi kericuhan usai pertandingan antara Bhayangkara FC melawan Dewa United di Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 antara Bhayangkara FC melawan Dewa United di Stadion Citarum, Minggu (19/4/2026).
Pertandingan tersebut dimenangkan tim tamu Dewa United U-20 dengan skor 2-1.
Kedua Dewa United dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sedangkan Bhayangkara FC U20 hanya mampu membalas lewat gol Aqilah Lissunah.
Usai peluit panjang dibunyikan wasit, terjadi kericuhan. Berdasarkan unggahan video yang viral di media sosial, keributan melibatkan pemain dari kedua kesebelasan. Sorotan tajam netizen tertuju pada aksi berbahaya salah satu pemain Bhayangkara FC U-20 yang melakukan tendangan “kungfu” ke arah pemain lawan.
Nama Fadly Alberto ramai disebut-sebut oleh warganet sebagai pelaku aksi tidak terpuji tersebut.
Selain itu, ada juga gambar pemain yang jadi korban tendangan kungfu pemain Timnas U-20.
Pecinta sepak bola Tanah Air pun sangat menyesalkan emosi sesaat yang membuat karirnya diujung tanduk atau bahkan bisa dibilang akan tamat karena tendangan kungfu nya ke sesama pelaku sepakbola usia muda. (ful/KPO-3)















