Reses Yani Helmi, Warga keluhkan Harga Ikan dan Infrastruktur

Banjarmasin, KP – Warga di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru mengeluhkan harga ikan yang diatur tengkulak maupun kondisi infrastruktur yang masih memprihatinkan.


“Ketika meninjau desa paling Timur di Kotabaru, saya prihatin sekali karena harga jual ikan disana diatur para tengkulak,” kata anggota anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, kemarin.
Hal tersebut merupakan hasil reses untuk menyerap aspirasi atau keluhan masyarakat yang perlu diperjuangkan di tingkat provinsi, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.


Yani Helmi mengatakan, harga ikan hasil tangkapan nelayan dihargai murah karena harga tersebut ditentukan oleh tengkulak-tengkulak yang sudah menunggu di tepi pantai.

Berita Lainnya

Ke MK “Bunuh Diri”

1 dari 1.030


“Ini menjadi perhatian dan harus diperjuangkan, agar hasil tangkapan nelayan bisa lebih dihargai. Kalau ikan hasil tangkapan nelayan terus diatur tengkulak, pastinya mereka (nelayan) sangat dirugikan,” tambah politisi Partai Golkar.


Selain itu, juga persoalan terkait akses jalan, karena lima hari menggelar reses di dua kabupaten, dirasakan tidak cukup untuk menempuh perjalanan yang memakan waktu panjang.


“Akses jalan berbatu, karena belum di aspal. Bahkan yang ditempuh pun cukup jauh dari pusat kota. Ini menjadi kendala diri bisa lebih intens bersua masyarakat,” tegas Paman Yani, panggilan akrab Yani Helmi.


Reses kali ini, Paman Yani mengajak Relawan Sekenceng guna mempermudah tim dalam mengakomodir setiap aspirasi guna mencari solusi yang efektif dan efesien.
“Hasil reses ini tidak hanya sebagai pekerjaan rumah, tapi ini juga diperjuangkan,” tukasnya. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya