Tiga Alasan Mengapa Pipa Tak Bisa Diganti

BANJARMASIN, KP – Pipa HDPE diameter 500 milimeter milik Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih di Jalan Pramuka, tepatnya depan Gang Melati kilometer 6, Banjarmasin Timur disebut sebut sudah beberapa kali bocor.

Warga setempat, Arif mengaku bahwa pipa tersebut bocor sudah yang kelima kalinya. “Seingat saya ini sudah ke lima kali bocor dan bocornya selalu di situ. Apakah tidakk bisa diperbaiki secara permanen, heran Arif.

Menanggapi hal ini, Senior Manager Transmisi Distribusi, PDAM Bandarmasih, Walino menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa pipa itu tak bisa diperbaiki secara permanen ataupun menggantinya dengan yang baru.

Walino menjelaskan, jika pipa itu diganti artinya harus ada pemotongan pipa. Pemotongan itu tentunya memiliki resiko, bahkan jika tetap dilakukan akan berakibat fatal. Contohnya, air yang ada di pipa akan dikeluarkan dan beresiko membanjiri rumah di kawasan itu.

“Elevasi rumah warga itu jauh lebih rendah dari pada posisi pipa. Jika kami melakukan pemotongan pipa dan harus mengeluarkan atau membuang air di dalam pipa. Volumenya yang sudah kami hitung kemarin 717 meter kubik. Sehingga jika kami paksa untuk dipotong, pertama risikonya itu akan membanjiri rumah warga yang ada di sekitar kebocoran,’’ bebernya.

Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan mengapa pengganti pipa tak dilakukan. Kemudian, selain itu, masalah lain juga soal pembuang air. Di kawasan itu memang ada drainase, namun toh tak berfungsi dengan baik.

Berita Lainnya
1 dari 1.784
Loading...

“Karena drainase tersebut banyak yang buntu. Sehingga air yang disalurkan ke drainase berpotensi meluap ke rumah warga jika dilakukan pemotongan atau pergantian pipa baru tadi,’’ bebernya.

Alasan juga mengapa pihaknya tidak mengganti pipa tersebut dengan yang baru karena memperhitungkan rentang waktu pengerjaan yang cukup panjang. Sedangkan kawasan itu juga merupakan kawasan umum yang kerap dilintasi warga.

“Juga soal waktu. Beda dengan klem saja misalnya. Kalau klem waktunya efisien dan mengurangi resiko penyetopan operasi pompa. Misal, yang seharusnya tiga pompa tidak bisa beroperasi, dengan klem bisa beroperasi dua pompa,’’ katanya.

Nah, beberapa alasan inilah yang membuat pihaknya tak mengganti pipa yang bocor tersebut, dan memilih perbaikan dengan klem saja.

Adapun Seksi Humas PDAM Bandarmasih, Nur Wahid mengatakan, bahwa perbaikan pipa itu sudah dinyatakan selesai. Selain, itu perbaikan juga bisa dilakukan dengan cepat.

“Alhamdulilah, pada pukul 00.50 (Selasa 10/3/20), pipa sudah selesai diperbaiki. Dan pipa off yang tekanannya 4,8 bar, pompa on kembali,’’ pungkasnya. (sah/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya