Warga Tolak Pemakaman Jenazah PDP di Gambut

Martapura, KP – Adanya informasi penolakan jenazah PDP Covid-19 asal Kabupaten Batola yang akan dimakamkan di kawasan Gambut, Selasa (14/04/2020) ini, dibenarkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Banjar, Kadinkes Dr Diauddin.

”Dia merupakan pasien dari sebuah rumah sakit di Banjarmasin, statusnya PDP (pasien dalam pengawasan) dan akan dimakamkan dalam protokol Covid-19, sayangnya ada penolakan warga sekitar TPU, lokasi jenazah tersebut bakal dimakamkan,” kata Diauddin, saat vidcon, di Command Center, Martapura, Selasa sore.

Dijelaskannya, jenazah tersebut bukan warga Kabupaten Banjar, tapi penduduk Batola, berhubung makam ayahnya ada di Gambut, maka keluarganya ingin dikuburkan disamping orang tuanya tersebut.

”Entah bagaimana awalnya, berhubung yang mengantar merupakan petugas medis berpakaian APD (alat pelindung diri) lengkap serta dikawal aparat kepolisian, sehingga tidak bisa ditutupi, membuat warga setempat keberatan jenazah tersebut dimakamkan di dekat lingkungan mereka,” ungkapnya.

Berita Lainnya

Tambahan Kasus Baru 55 Orang

1 dari 1.200
Loading...

Pihaknya, sambung Diauddin, tentu sangat menyayangkan penolakan tersebut, karena hingga sore ini, pemakaman belum juga dilakukan. Bila terlalu lama, bukan hanya tidak baik bagi jenazahnya, petugas medis berpakaian APD lengkap juga sangat kelelahan.

”Bisa dibayangkan, mereka harus memakai pakaian berhawa panas, tidak bisa makan, minum, bahkan ke WC, dan itu berlangsung berjam-jam,” kata Diauddin.

Dia pun berharap, kondisi ini bisa cepat diselesaikan, jenazahnya bisa segera dimakamkan dengan layak, jangan berlarut-larut, petugas medis juga dapat pulang dan beristirahat. Hingga saat ini mediasi terus dilakukan aparat dari Polda Kalsel dengan warga setempat. Kita berupaya memberikan pemahaman kepada warga, semoga bisa diterima.

”Ketakutan warga juga tidak berasalan, mengingat kecil penularan dari jenazah, virus akan ikut mati bila inangnya mati. Saat keluar RS juga aman, karena sudah melewati prosedur pengafanan, termasuk diberi plastik hingga ditutup peti,” katanya.(wan/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya