168 Orang Jalani Swab, Diantaranya Warga Negara Pakistan

Banjarmasin, KP – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Banjarmasin melaksanakan pemeriksaan swab terhadap 168 orang yang sebelumnya sudah menjalani rapid test.

Pemeriksaan swab ini dilakukan di Kantor Dinkes Banjarmasin Jalan Tembus Pramuka, Minggu (17/05/2020).

Kepala Dinkes Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, 168 orang ini terdiri dari 129 orang dari hasil rapid test di enam pasar, termasuk diantaranya warga negara asing (WNA) asal Pakistan yang sempat menjalani rapid test di Pasar Lama.

Machli mengungkapkan dari 24 WNA tersebut ada beberapa orang yang hasilnya memang menunjukkan reaktif saat di rapid test. Namun demikian, Machli tak menyebutkan jumlahnya secara rinci.

“Warga negara asing yang kemarin telah di rapid memang ada beberapa yang sudah diketahui hasilnya reaktif, dan kita juga meminta untuk datang hari ini melakukan pemeriksaan swab,” ujar Machli yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Covid – 19 Banjarmasin.

Selain dari enam pasar tadi, juga ada 47 orang hasil dari pemeriksaan sebelumnya yang dilakukan di klaster Sentra Antasari. Kemudian juga beberapa lainnya dari hasil pemeriksaan di puskesmas.

“Semuanya hari ini dilakukan tes swab di Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin,” ucap Machli.

Machli menjelaskan, bahwa hasil swab ini tak bisa langsung diketahui seperti hasil rapid test. Sebab, harus dikirim terlebih dahulu ke Real Time Polymerase Chain Reaction (RT PCR) di Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Banjarbaru.

Berita Lainnya
1 dari 1.418
Loading...

Belum lagi harus mengantri, sebab RT PCR ini harus melayani hasil swab dari 13 Kabupaten/Kota se Kalsel. Setelah melalui proses itu baru bisa diketahui dari 168 orang yang di swab tadi mana yang positif terinfeksi virus corona mana yang tidak.

“Hasil swab ini tentu mengikuti antrian yang ada di Banjarbaru. Mudah-mudahan tiga atau empat hari hasilnya sudah kita ketahui,” jelasnya.

Jika dari mereka ditemukan yang terkonfirmasi positif maka langkah selanjutnya yang bersangkutan harus menjalani isolasi di rumah karantina BTIKP di Jalan Perdagangan.

“Tapi kalau rumah karantina di jalan perdagangan tidak cukup akan kita kirim ke Ambulung di Banjarbaru,” tambahnya.

Sembari menunggu hasil swab ini 168 orang ini direkomendasikan untuk menjalani isolasi di rumah karantina atau menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Hal ini perlu dilakukan guna menghindari penularan ke orang lain jika memang mereka benar-benar positif terinfeksi virus korona tersebut.

“Ya itu tentu harapan kita dan kita untuk tetap mengedukasi kepada mereka betapa pentingnya sebuah karantina,” imbuhnya.

Selain pemeriksaan swab pada hari yang sama, juga dilakukan penyemprotan disinfektan di titik pemeriksaan rapid test di enam pasar yang pada Sabtu kemarin.

Penyemprotan disinfektan ini dilakukan gabungan oleh Pemko Banjarmasin dan Pemprov Kalsel. Tujuannya tak lain untuk memutus mata rantai penyebaran virus asal Wuhan tersebut.

Terlebih, sampai Minggu (16/05/2020), tercatat sudah ada 129 kasus positif yang terjadi di Banjarmasin. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya