Anggaran Proyek Dipangkas 50 Persen

768

Banjarmasin, KP – Anggaran pembangunan di Kalsel dipangkas hingga 50 persen dari pagu total APBD, sehingga sejumlah proyek tidak jadi direalisasikan tahun ini.


“Jadi anggaran yang dialokasikan sekitar Rp600 miliar pada 2020 ini dipangkas hingga Rp300 miliar,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ((PUPR) Kalsel, Roy Rizali Anwar kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi III DPRD Kalsel, Selasa (12/5/2020), di Banjarmasin.


Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri untuk memangkas anggaran dari APBD yang kurang penting dan bisa ditunda agar dialihkan bagi penanganan Covid-19.


Selain itu, sejumlah proyek yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) juga diminta untuk menghentikan semua proses sebelum 27 Maret 2020 lalu, karena dananya digunakan Kementerian Keuangan untuk penanganan Covid-19.


“Proyek dari anggaran DAK yang batal digunakan atau ditunda mencapai di Kalsel ini mencapai Rp102 miliar, karena tidak ada biaya” tambahnya.


Diantaranya, pembangunan Jembatan Mali-mali, Jalan Matraman-Sungai Ulin, jalan Anjir Pasar-Marabahan, Jalan Tanjung-Muara Uya, irigasi DI Kinarum dan DI Bakar.

Berita Lainnya

Kalsel Gelorakan Gemar Makan Ikan

New Normal Politik Elektoral

Loading...


Sedangkan untuk penyelesaian akses bandara Syamsuddin Noor, menurut Roy, masih dalam tahap kajian dan proses pembebasan lahan, sedangkan pembangunannya dibiayai oleh APBN.


“Untuk sementara proses kajian masih jalan, sedangkan pembebasan lahannya akan dilihat pada anggaran perubahan, apakah mungkin direalisasikan,” jelasnya.


Menurut Roy, sebenarnya beberapa proyek sudah dinegosiasikan dengan pihak kontraktor, apakah mereka mau melanjutkan proyek tersebut, namun pembayarannya multi years, dan dibayar tahun depan.


“Ini ada kontraktor yang bersedia, seperti halnya penyelesaian renovasi Stadion 17 Mei, yang selesai akhir 2020, namun pembayarannya sebagian dilakukan tahun depan,” tambah Roy.


Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Sahrujani menyayangkan beberapa proyek terpaksa ditunda hingga alokasi anggaran memungkinkan, akibat dialihkan untuk penanganan Covid-19.


“Tapi kita mengapresiasi kontraktor yang bersedia dibayar dengan sistem multi years, sehingga proyek selesai tepat waktu,” kata politisi Partai Golkar ini. (lyn)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya