Guru Zuhdi Tutup Usia, Banua Kehilangan Seorang Ulama Yang Dicintai

Banjarmasin, KP – Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…Kabar duka mendalam diterima pagi ini. Ulama kharismatik KH Zuhdiannoor (Guru Zuhdi) dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (2/5/2020) pagi.

Sebelum tutup usia, almarhum sempat menjalani perawatan selama beberapa hari di RS Medistra, Jakarta,

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Pusat, Yuni Abdi Nur Sulaiman pun merasakan duka mendalam atas kepergian ulama yang begitu dekat dengan umat tersebut.

“Almarhum adalah ulama yang dicintai umat. Sosok yang sangat bersahaja dan kharismatik. Kami merasa kehilangan. Kita semua bersedih. Semoga keluarga almarhum tabah dan sabar atas kepergian beliau,” ujarnya.

Yuni juga mengajak umat Islam di Banua untuk bersama-sama mendoakan almarhum Guru Zuhdi, agar Allah SWT melimpahkan rahmatNya dan menempatkan almarhun di tempat yang terindah.

“Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa melimpahi almarhum dengan rahmat dan kasih sayangNya, dan menempatkan almarhum Guru Zuhdi di tempat yang indah dan mulia di SurgaNya,” ucap Yuni, seraya mendoakan almarhum.

Berita Lainnya

Tambahan Kasus Baru 55 Orang

1 dari 892
Loading...

KH. Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi, lahir di Alabio, Kamis, 10 Februari 1972 M (bertepatan dengan 24 Zulhijjah 1391 H).

Beliau adalah anak dari KH. Muhammad bin H. Jaferi al-Banjari (pimpinan Ponpes Al-Falah (1986-1993) setelah KH. Muhammad Tsani (1976-1986).

Mengutip blog Majelis Ulama dan Wali, Guru Zuhdi pernah menimba ilmu di pesantren al-Falah Banjarbaru. Namun karena lebih sering sakit, beliau dididik oleh sang kakek KH. Asli di Alabio.

Setelah kakek beliau wafat, beliau kembali ke Banjarbaru dan kemudian mengaji ilmu dengan KH. Abdul Syukur di Teluk Tiram.

Semasa hidupnya, Guru Zuhdi mengisi banyak majelis taklim diantaranya, Majelis taklim di komplek Pondok Indah Banjarmasin, di rumah kediaman pribadi jalan samping Mesjid jami’ Sungai Jingah, di Masjid Sabilah Muhtadin dan di masjid Sungai Jingah Banjarmasin.

Hingga berita ini diturunkan, ribuan pelayat terus berdatangan ke Masjid Jami dan lingkungan majelis taklim dekat rumah almarhum.

Mereka ingin mengungkapkan duka cita mendalam terhadap sosok ulama Banua yang sangat dicintai masyarakat, khususnya umat Islam tersebut. (opq/KPO-1).
 

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya