Pekerja Informal Belum Terima Bantuan Pemerintah

Banjarmasin, KP – Pekerja informal di Kalsel resah, karena hingga kini belum menerima bantuan yang dijanjikan pemerintah, sebagai dampak pandemi Covid-19, terutama di Kota Banjarmasin.


Hal ini menyebabkan sejumlah masyarakat golongan bawah yang terhimpun dalam Forum Pekerja Informal Terdampak Covid-19 ini mneyampaikan surat kepemimpinan DPRD Kalsel untuk meminta audensi dan mengadukan kesulitan mereka bertahan hidup.


Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin, yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, dimana koordinator pekerja informal, Pandu Setiawan sudah menyampaikan hal tersebut.


“Ya, kita sudah menerima surat masuk dari Forum Pekerja Informal untuk audensi menyampaikan aspirasi terkait dampak Covid-19,” kata Lutfi yang dihubungi Selasa (5/5/2020).

Berita Lainnya
1 dari 129
Loading...


Rencananya, Komisi IV akan menerima perwakilan pekerja informal, namun tetap menjalankan SOP protokol Covid-19, agar terhindari dari kemungkinan terpapar Covid-19.


Karena akan dihadiri puluhan orang perwakilan dari driver online, ojol, guru private, pedagang bakso, warung, pijat refleksi, pedagang makanan keliling, guru honorer, instuktur senam, buruh lepas dan parkir, pengamen jalanan, tukang rias penganten dan travel.


Lutfi mengungkapkan, aspirasi yang akan disampaikan oleh sejumlah elemen masyarakat kelas bawah ini, dimungkinkan karena mereka belum menerima bahkan merasakan apa yang dijanjikan oleh pemerintah, khususnya bantuan ekonomi bagi mereka yang terdampak Covid-19.


Dari itu diapun meminta agar pemerintah benar-benar konsekwen dengan janji-janjinya.

“Jadi tidak memunculkan masalah baru di tengah gencarnya menanggulangan Covid-19,” tambah politisi Partai Gerindra. (lyn/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya