Gedung Olahraga Tetap Terapkan Protokoler Kesehatan yang ketat

Banjarmasin, KP – Berbagai aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat secara perlahan mulai bangkit kembali. Termasuk dibukanya kembali sejumlah fasilitas tempat olahraga. Meski penyebaran wabah virus corona ( Covid-19) masih mengancam.

Salah satunya adalah di Upik Indoor Futsal Banua Anyar Banjarmasin, juga lapangan Mini Soccer di Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Upik Indoor Futsal salah satu tempat futsal favorit masyarakat Banjarmasin

ini sudah mulai beroperasi sejak 2 Juni lalu, setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Banjarmasin dicabut dan tidak diperpanjang lagi akhir Mei lalu.

Meski dibuka, namun pengelola Upik Indoor Futsal tetap menerapkan protokoler kesehatan secara ketat. Sebelum masuk setiap pelanggan atau pengunjung dilakukan pemeriksaan suhu badan. Pengelola juga menyediakan tempat cuci tangan dan mengatur tempat duduk dengan menerapkan social distancing atau jaga jarak.

“Protokoler Kesehatan ini wajib ditaati selama memasuki dan berada dalam gedung Upik Futsal ,” kata Ilmi petugas keamanan Upik Futsal, kepada (KP), Sabtu malam (27/6/2020).

Dari sekian pelanggan di venue Upik Futsal yaitu Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) Banjarmasin.

CISC sudah mulai berlatih rutin setiap Rabu malam. Namun salah satu komunitas Euro Fans Club yang yang tergabung dalam Super Soccer ini meminta anggotanya yang bermain untuk tetap memperhatikan protokol mengenai pencegahan Covid-19.

Berita Lainnya

Gubernur Paman Birin berikan
Bantuan untuk 15 KUPP

Club Talent Banua syukuran

1 dari 225
Loading...

“Sejak PSBB dicabut awal akhir Mei alu, kami langsung kembali berlatih. Tetapi kami meminta anggota untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat datang, mencuci tangan saat masuk venue, dan melakukan physical distancing di area tribun,” ujar Muhammad Nizwar Aprilianda, Koordinator Wilayah CISC Region Banjamasin, disela rehat latihan Futsal, Jum’at (26/6/2020).

Pria yang akrab disapa Uway ini menambahkan prosedur pencegahan COVID-19 yang diterapkan pihak Upik Indoor Futsal sendiri cukup ketat.

Pengunjung yang tak menggunakan masker tidak diperbolehkan masuk. Selain itu, pengunjung juga diperiksa suhunya dengan thermogun.

“Kami nyaman dengan adanya prosedur penerapan protokol kesehatan dari Upik Indoor Futsal yang cukup ketat ini. Sehingga kami bisa berolahraga dengan lebih tenang. Setiap pekan, ada sekitar 15-20 member yang ikut,” imbuh Uway.

Pendapat senada diungkapkan Setya Wiraldi dari Arsenal Indonesia Supporters (AIS) Region Banjarmasin yang merupakan bagian dari SuperSoccer. Menurut Koordinator AIS Banjarmasin itu, sejak Upik Indoor Futsal kembali dibuka 2 Juni lalu, member AIS langsung berlatih.

“Selama lebih dari 2 bulan sejak adanya pandemi COVID-19, kami tidak berlatih futsal. Kami berusaha disiplin mengikuti aturan pencegahan virus corona karena jika kami mengabaikan, justru bisa berbahaya bagi kami sendiri,” ucap Wira.

Kasus positif Covid-19 di Kalsel maupun Banjarmasin terus bertambah, belum ada tanda-tanda curva akan melandai. Karena itulah, masyarakat Banjarmasin harus tetap waspada dan tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam pencegahan virus corona tersebut.

“Semoga pandemi ini segera berlalu dan aktivitas SuperSoccer di Banjarmasin kembali bergairah. Ayuk kita bersama keluar dari pandemi ini dengan taat pada protokol kesehatan,” tandasnya. (nid/k-9)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya