Kalsel banyak miliki potensi Pebulutangkis yang handal

Kalsel memiliki pebulutangkis handal, bahkan masuk Pelatnas Cipayung, tapi mereka berlatih dan dibina klub-klub elit di Jawa.

Banjarmasin, KP – Di Indonesia selain sepakbola, bulutangkis masih menjadi cabang olahraga favorit kedua yang mengharumkan nama Indonesia di pentas Internasional. Hingga kini, para pebulutangkis Tanah Air terus silih berganti meraih kejayaan.

Namun prestasi tersebut kebanyakan disumbang atlet binaan klub bulutangkis ternama di pulau Jawa. Sementara di Kalimantan Selatan belum terdengar atletnya ikut menyumbang atlet berlaga di pentas internasional.

Jangankan ikut meramaikan ajang internasional untuk sekedar lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua saja masih belum bisa.

Kepala Bidang pembinaan prestasi (Binpres) Persatuan bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalsel, Agustius mengatakan, Kalsel pernah lolos PON dua kali di tahun 1996 Jakarta dan 2000 Surabaya setelah itu selalu absen.

“Waktu itu saya masih jadi atlet dan waktu itu saya latihan di Bandung dari tahun 1995 dengan inisiatif sendiri dan biaya sendiri tanpa adanya bantuan dari PBSI kalsel atau pun KONI Kalsel,” kata pria akrab disapa Koh Agus ini.

Faktor utama Kalsel selama ini belum mampu mengulang sejarah lolos PON karena PBSI Kalsel selaku induk olahraga bulutangkis kurang mempersiapkan atlet bulutangkis yang ada, baik latihan di luar daerah ataupun yang ada latihan di daerah sendiri.

Padahal kata Agus, bibit Kalsel banyak yang potensiel buktinya ada satu atlet asal Kalsel yang masuk pelatnas PBSI di Jakarta, yakno Muhammad Rayhan Nur Fadillah dari Tanah Bumbu.

“Dia latihan di klub Djarum sekarang di Pelatnas Cipayung. PBSI Kalsel kurang memantau atlet yang latihan di luar daerah. Bahkan pernah dia tanya pengurus PBSI ada atlit Kalsel yang bagus yang perlu diperhatikan. Tapi katanya nggak tahu atletnya siapa,” ujar Agus heran.

contoh soal pembinaan Agus mengaku atlet Junior di Kalsel sebenarnya sangat bagus banyak atlet Junior yang dinilai bermainnya berbakat menurut pola-pola pemain internasional.

Berita Lainnya

Radhika Dhafi Pratama
Langsung buat kejutan

1 dari 230
Loading...

“Tapi kita di klub-klub di Kalsel kurang dapat dukungan, dari segi dana dan fasilitas yang harus dikeluarkan biaya yang besar seperti sewa lapangan untuk latihan beli shutlecokc (bola) dan alat-alat pendukung latihan yang semuanya harus pakai biaya sendiri,” ujar dia.

Akibat kurangnya porsi latihan para atlet bulutangkis yang benar-benar ingin menjadi atlet professional, kalah dengan atlet di pulau Jawa. atlet di Banua latihan 1 hari sekali sementara di Jawa latihan hingga tiga kali sehari.

Tidak hanya itu bagus juga menyebut banyak pebulutangkis muda Banua, yang masih latihan di klub-klub di luar Kalsel karena fasilitas dan pembinaannya lebih potensial.

Seperti M.Febriansyah asal Banjarmasin di Jaya Raya Jakarta, M.Hasnan dari Batola yang ada di klub Exist Jakarta dan Rayhan Nur Fadillah tadi.

Semuanya itu seharusnya tugas di PBSI Kalsel untuk memantau dan memberi dukungan ke atlet yang berada di luar sehingga mereka bisa lebih diperhatikan.

“Karena dengan adanya dukungan mereka tambah giat latihan dan semangat untuk memberi sesuatu ke daerah asal mereka nanti,” ujar dia.

Agus yakin dengan melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet potensial yang mengikuti latihan di luar, maka ke depan Kalsel akan bisa mengulang kembali berlaga di PON bahkan besar kemungkinan meraih medali, paparnya.

Persoalan lain ujar Agus minimnya kejuaraan yang digelar oleh PBSI Kalsel. Minimnya perhatian dari induk olahraga bulutangkis di Banua ini untuk menggelar kejuaraan, baik lokal maupun nasional membuat atlet kurang berkembang karena hanya bisa berlatih tanpa ikut kejuaraan.

“justru yang sering menggelar kejuaraan adalah Dispora Kalsel dan Banjarmasin baik itu event pelajar maupun umum,” tutup Agustius. (nets/nfr/k-9)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya