Pembangunan Gedung Baru Poli Tala Tertunda, Ini Penyebabnya

Pelaihari, KP – Pembangunan Gedung Teknik Informatika dan Laboratorium Politeknik Negeri Tanah Laut yang rencananya akan rampung bulan Desember nanti mengalami penundaan, disebabkan puluhan tenaga buruh lokal dan luar dirumahkan pasca kedatangan tenaga buruh baru dari Karawang Jawa Barat, Selasa (07/07/2020).


Sehari sebelumnya, Senin ( 06/07/2020), para buruh tersebut sempat melakukan aksi protes kepada pihak kontraktor, mereka meminta penjelasan mengapa secara tiba-tiba mereka dirumahkan tanpa ada pemberitahuan dan penjelasan sebelumnya.


Suwignyo, mandor yang membawahi 55 orang pekerja dari Pulang Pisau dan pekerja lokal yang turut dirumahkan mengatakan, dirinya sempat bertanya mengapa dirinya dan pekerja yang lain dirumahkan, namun pihak kontraktor tidak memberikan penjelasan, meski kecewa dirinya hanya bisa pasrah menerima kenyataan tersebut.

Saat ini dirinya bertahan di tempat tersebut karena masih memiliki tanggung jawab kepada pemilik kantin terkait bon para buruh.


“Saya masih menunggu penyelesaian pembayaran dari pihak kontraktor untuk bayar bon kantin, katanya hari ini mau di selesaikan.” tuturnya.


Ayip salah seorang buruh menuturkan juga tidak mendapatkan jawaban yang jelas dari pihak kontraktor tentang mengapa mereka dirumahkan, padahal menurut perjanjian awal mereka diminta bekerja hingga pembangunan selesai, namun tiba-tiba mereka dirumahkan setelah datang tenaga buruh baru dari Karawang.

Berita Lainnya

Lensa Foto Tala

H Sukamta Buka Kegiatan Tera Alat UTTP

1 dari 195
Loading...


Mengenai hal tersebut Eko Yulianto selaku Admin PT Rancang Bangun Mandiri yang mengerjakan proyek pembangunan Gedung Teknik Informatika dan Laboratorium Poli Tala menjelaskan, puluhan karyawan tersebut dirumahkan karena terkait masalah pembayaran upah yang menurutnya bisa mengakibatkan pihaknya merugi, jadi yang memutuskan mereka mau bekerja atau tidak adalah mereka sendiri.


“Mengenai permasalahan lain juga sebenarnya sudah disampaikan, namun mungkin terjadi mis komunikasi,” jelasnya.


Terkait perjanjian pekerjaan yang dirinya mengakui memang ada, bahwa mereka akan bekerja hingga proyek selesai, namun perjanjian tersebut tidak tertuang didalam kontrak, hanya sebatas perjanjian oleh kedua belah pihak.


Saat ditanya mengenai tidak adanya keberadaan plang pagu yang menampilkan jumlah anggaran proyek tersebut, dirinya mengatakan bahwa sudah memasang tiga buah plang, namun yang menyatakan berapa jumlah anggaran memang tidak terpasang karena ada kesalahan pada bagian print.


“Untuk anggarannya sekitar 32 Milyar untuk gedung dengan 3 lantai ” ucapnya.


Pekerja yang baru datang dari Karawang berjumlah 13 orang, mereka sudah dilengkapi dengan dokumen yang diperlukan dan sudah dilaporkan kepada petugas setempat.


“Saat ini mereka menjalani karantina di suatu tempat di Desa Panggung ” jelasnya.


Terkait pekerja lokal, pihaknya sudah menyuruh stafnya mendata dan akan memanggil mereka apabila memang diperlukan. (Rzk/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya