Pembunuh H Udin Tertangkap dalam Truk di Trisakti

Ternyata saat hendak masuk ke kapal, mobil truk yang saya tumpangi ini sudah dicegat oleh anggota

BANJARMASIN, KP – Akhirnya anggota gabungan berhasil meringkus pelaku pembunuhan terhadap H Bahrudin alias H Udin (47), saat berada di pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (1/07/2020) dinihari, sekitar pukul 04.00 WITA.

M Irvan (44) diamankan kala berada dalam mobil truk yang ingin berangkat ke Jawa Timur. Dari warga yang bertempat tinggal Jalan Patih Rumbi Gang 3 Kelurahan Selat Barat Kecamatan Selat Kabupaten Kuala Kapuas (Kapuas), Kalteng ini, disita pula barang bukti Air Softgun dan pisau belati.

Kapolsekta Banjarmasin Utara, AKP Gita Suhadi Ahmadi SIK, mengungkapkan, penangkapan pelaku bermula dari keterangan teman pelaku yang diamankan sebelumnya.

“Ternyata teman pelaku tak ikut melakukan penganiayaan tersebut, namun saat dikorek keterangan dari mereka, terungkap pelaku mau berangkat menggunakan mobil truk ke Jawa Timur,” bebernya di hadapan wartawan saat gelar perkara, Rabu (1/07/2020).

Selanjutnya anggota gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal (Dir Reskrim) Umum unit Resmob Polda Kalsel, Anggota Buru Sergab (Buser) yang dipimpin langsung oleh Kapolsekta Banjarmasin Utara, AKP Gita Suhadi Ahmadi SIk didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hendra Agustian Ginting, langsung menuju ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Sesampainya ke lokasi, anggota langsung melakukan pemeriksaan sejumlah truk. Hingga akhirnya tersangka dapat ditemukan dalam truk.

Anggota kemudian menyuruh tersangka untuk turun, lalu anggota langsung mengembangkan kasus ini untuk mencari barang buktinya yang disembunyikan pelaku di kawasan di Jalan Antasan Kecil Timur tepatnya di Jalan Sungai Miai Banjarmasin Utara.

“Pelaku bersama barang buktinya langsung diamankan ke Mapolsekta Banjarmasin Utara, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Selanjutnya menetapkannya sebagai tersangka,” katanya.

AKP Gita menegaskan, tersangka akan dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP. “Sedangkan dua orangnya tak ada keterlibatannya saat diperiksa oleh anggota,” timpalnya.

Berita Lainnya

Ketua KONI Tabalong Dituntut Lima Tahun

Jumat Berkah, Polsek Banteng Berbagi

1 dari 1.400

Sementara dari pengakuan, rupanya tersangka Irvan sakit hati lalu nekat menganiaya korban hingga meninggal. Sebab, saat ditagih utang korban selalu marah-marah.

“Utang korban tak terlalu besar hanya Rp7,5 juta saja, awalnya saya ingin menyewa satu buah mobil truk sekitar satu tahun yang lalu, beberapa kali dihubungi soal truk, pasti jawaban oleh korban nanti mobil disewa pasti datang namun tidak pernah datang. Sehingga saya juga sering mendatangi korban ingin mengambil uang sewa untuk dibatalkan,” jelas ayah tiga orang anak ini.

Buruh bangunan ini mengungkapkan, sempat ada perdamaian dengan korban yang dimediasi oleh anggota Bhabinkamtibmas Polsekta Banjarmasin Utara soal pelunasan utang tersebut, namun lagi-lagi korban juga tak memenuhi janjinya membayar utang.

“Sampai akhirnya saya minta antar oleh dua orang teman untuk menemui korban menanyakan pelunasan utang tersebut,” ungkapnya.

Kala bertemu dengan korban di rumahnya, tersangka Irvan sempat bertengkar. Mengingat, korban tak punya komitmen membayar utang.

“Korban malah mengajak saya berkelahi, disitulah saya sempat menembak korban dengan air softgun dan menusuk empat kali ke arah korbannya dengan belati. Lalu saya pun langsung lari ke luar komplek serta bersembunyi ke Jalan Belitung Banjarmasin Barat, untuk menyembunyikan barang bukti, lalu saya pulang ke Kapuas,” bebernya.

Esok harinya, supaya tak tertangkap oleh petugas, tersangka Irvan bergegas menuju pelabuhan Trisakti Banjarmasin, guna berangkat ke Jawa Timur ikut menumpang di truk. “Ternyata saat hendak masuk ke kapal, mobil truk yang saya tumpangi ini sudah dicegat oleh anggota,” sebutnya.

Diketahui insiden penganiayaan hingga korban meninggal terjadi di sekitaran rumah korban Jalan Brigjen Haji Hasan Basri (Kayu Tangi Ujung) RT 40 RW 03 Alalak Utara Banjarmasin Utara, pada Senin malam (29/06/2020), sekitar pukul 22.00 WITA

Korban meninggal dunia sekitar pukul 23.30 WITA saat diberikan pertolongan medis di RSUD Anshari Saleh.

Korban menderita luka tusuk beberapa mata luka yaitu dibagian badan, punggung dan tangan sebanyak tujuh mata luka. Luka yang cukup parah mengenai organ vital sehingga korban tak terselamatkan lagi. (fik/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya