Sempat Anjlok, Penerimaan PAD Kembali Merangkak Naik

Banjarmasin KP – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari bulan Maret hingga Mei lalu, tak pelak membuat penerimaan Pendapan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarmasin sempat anjlok.

” Namun setelah PSBB dicabut pada triwulan kedua ini, penerimaan PAD Kota Banjarmasin secara perlahan kembali berjalan normal dan mulai merangkak naik,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Banjarmasin Subhan Noor Yaumil.

Kepada (KP) ia mengatakan, setelah dicabutnya PSBB cukup berdampak positif bagi penerimaan PAD, karena aktifitas kegiatan usaha yang sebelumnya sempat ditutup seperti hotel, tempat hiburan dan semlah tempat usaha lainnya secara perlahan beraktifitas kembali.

Sesaat sebelum menghadiri rapat pembahasan Raperda Pertanggungjawan Pelaksanaan APBD Kota Banjarmasin, di gedung dewan, Subhan juga menyatakan rasa pesimisnya ditengah masih belum teratasinya wabah virus corona PAD tahun ini mencapai target.

Menyadari situasi sulit yang cukup berdampak anjloknya perekonomian ini ujarnya, tahun 2020 target capaian PAD Kota Banjarnasin diturunkan sekitar 35 persen.”Semula PAD ditargetkan sebesar Rp 367 miliar, namun diturunkan menjadi sekitar Rp 250 miliar,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.439
Loading...

Dikemukakan, dari target yang diturunkan Rp 250 miliar saat ini pada triwulan kedua sudah mampu terealisasi sekitar 50 persen.

“Capaian ini menyusul karena restoran dan rumah makan sudah buka, hotel-hotel juga demikian, termasuk pusat perbelanjaan sudah beroperasi kembali,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengakui, pajak dan retribusi yang disetorkan rumah makan, restoran, hotel dan tempat hiburan merupakan penyumbang terbesar dan menjadi primadona terhadap PAD Kota Banjarmasin.

“Selain sektor lainnya, seperi pajak PJU, retribusi dan pajak parkir ,” katanya.

Subhan mengatakan, jika kondisi ini terus membaik dan wabah virus corona dapat segera teratasi. maka tidak menutup kemungkinan target PAD bisa dinaikkan kembali pada pembahasan di APBD perubahan nanti.

“Meski untuk kembali ke target semula memang berat lagi, tapi kalau naik sedikit bisa memungkinkan,” demikian kata Subhan. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya