Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China, Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Petani dan UMKM

×

BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China, Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Petani dan UMKM

Sebarkan artikel ini
IMG 20260621 WA0003 e1781996821810
EKSPOR - BPDP bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia melepas ekspor perdana sebanyak 28 ton lidi sawit ke China. (Kalimantanpost.com/repro humas BPDP).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia melepas ekspor perdana sebanyak 28 ton lidi sawit ke China dalam kegiatan yang berlangsung di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatera Utara.

Lidi sawit yang diekspor, Rabu (17/6/2026) ini berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Produk tersebut dikumpulkan serta diolah oleh petani sawit, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta koperasi anggota ASPEKPIR melalui program pemberdayaan UMKM dan koperasi yang didukung BPDP.

Kalimantan Post

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Anwar Sadat, mengatakan keberhasilan ekspor ini menjadi bukti bahwa limbah sawit memiliki nilai tambah ekonomi yang besar apabila dikelola secara tepat.

“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” tuturnya.

Menurutnya, BPDP selama ini aktif melakukan promosi dan pengembangan berbagai produk turunan sawit, termasuk lidi sawit, melalui workshop dan kegiatan diseminasi yang dilaksanakan bersama ASPEKPIR sejak 2024.

Program tersebut telah digelar di berbagai daerah, seperti Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petani sekaligus memastikan kualitas produk memenuhi standar pasar ekspor.

Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, menyebut ekspor perdana ini merupakan hasil nyata dari program pemberdayaan yang selama ini dijalankan bersama BPDP.

“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” katanya.

Baca Juga :  PLN Indonesia Power UBP Barito Hadirkan Program SEKALA, Tingkatkan Literasi dan Kesadaran Lingkungan serta Pemahaman Kelistrikan Siswa SD

Setiyono menjelaskan sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku ekspor tersebut. Manfaat ekonomi dari kegiatan ini diperkirakan akan dirasakan sekitar 2.800 anggota koperasi yang tersebar di berbagai daerah.

Sementara itu, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi, Ilham Setiadi, mengatakan permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif. Karena itu, peluang pengembangan usaha berbasis produk turunan sawit ini masih terbuka luas bagi petani dan UMKM.

“Permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus meningkat sehingga peluang usaha ini sangat menjanjikan dan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat di daerah sentra perkebunan sawit,” ucap Setya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyambut baik keberhasilan ekspor tersebut. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan produk berbasis limbah sawit.

Ia berharap keberhasilan ekspor perdana ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk mengembangkan produk turunan perkebunan yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar global.

Selain pelepasan ekspor, BPDP dan ASPEKPIR juga menggelar workshop praktik ekspor lidi sawit di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang diikuti sekitar 100 peserta. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara koperasi sawit dan pelaku ekspor guna meningkatkan produksi lidi sawit siap ekspor.

Keberhasilan ekspor perdana ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan produk turunan sawit mampu mendukung ekonomi sirkular, mengurangi limbah perkebunan, serta menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan baru bagi petani, UMKM, dan koperasi di berbagai daerah.(yul/KPO-4)

Iklan
Iklan