Mantan Kades Barokah Dibebaskan Mahkamah Agung

Banjarmasin, KP – Mantan Kepala Desa Barokah Kabupaten Tanah Bumbu Hendra Jayadi, S.AP bisa merasa lega pasalnya petikana putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi yang diajukan JPU Kejaksaan Tanah Bumbu atas perkaranya yang didakwa melakukan gratifikasi, ketika menjabat kepala desa.


Dalam petikan putusan MA Pasal 226 juncto Pasal 257 KUHAPNomor 1575 K/Pid.Sus/2020 yang diterima Pengadilan Negeri Banjarmasin, beberapa hari lalu dibenarkan oleh Panitera Muda Tindak Pidana Korupsi Syarifuddin kepada awak media, kemarin.


Dalam petikana putusan tersebut berbunyi terdakwa atas nama Hendra Jayadi, S.AP Kepala Desa Barokah, tidak bersalah, dan menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi dalam hal ini JPU dari Kejari Tanah Bumbu.


Terpisah penasihat hukum Hendra, yakni Ombun Suryono Sidauruk SH MH saat berada di PN Banjarmasin untuk meminta salinan petika tersebut, mengatakan sejak awal persidangam dirinya yakin kalau kliennya tidak bersalah.


“Selanjutnya kami mengambil putusan dan akan mengambil tindakan kepada Aiptu Waridi, Polres Batulicin yang telah menzalimi klien kita,”kata Ombun.

Berita Lainnya

Lana Tikam “PIL” Gadis Pujaannya

1 dari 874
Loading...


Selain itu pihaknya akan melakukan gugatan kepada pemerintah daerah, karena kliennya sudah banyak dirugikan, baik moral maupun moril.


Seperti diketahui diketahui di awal tahun ini Hendra menyalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin. Mahjelis hakim yang memimpin persidangan hakim Affandi, membebaskan Hendra Jayadi, dari semua dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum.


Salah satu pertimbangan majelis hakim antara lainnya menyebutkan, JPU tidak dapat membuktikan kesalahan terdakwa.
“Semua saksi yang diajukan dalam persidangan, tidak satupun yang menyebutkan memberikan atau menjanji sesuatu kepada terdakwa,’’ tegas Affandi.


Semua dakwaan dan tuntutan JPU terbantahkan dalam proses persidangan, sehingga majelis membebaskan terdakwa.


Dalam dakwaan JPU yang mendakwa Hendra melakukan gratifikasi, dituntut JPU Fajar Seto dari Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu, setahun dan enam bulan atau 18 bulan. Selain itu terdakwa oleh JPU di ganjar denda Rp50 juta subsidair selama tiga bulan.


Fajar berkeyakinan kalau terdakwa bersalah melanggar pasal 11 UURI No 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah pada UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, seperti pada dakwaan lebih subsidair.


Tuduhan kepada terdakwa menurut JPU, terlibat penerimaan hadiah atau gratfikasi, penjualan lahan yang ada di desanya.
Gratifikasi berasal adanya lahan di desa Barokah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu yang masih menjadi sengketa, oleh terdakwa
Hendra Jayadi mantan Kepala Desa Barokah dinyatakan tidak masalah, maka si pembeli lahan kemudian setelah terjadi jual beli memberi tip atau gratfikasi kepada terdakwa. Menurut dakwaan JPU, mendakwa terdakwa telah menerima gratifikasi sebesar Rp220 Juta. (hid/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya