Metode pembelajaran Inovatif Kunci ABK

Banjarmasin, KP – Melalui perhatian khusus dengan metode pembelajaran inovatif adalah kunci keberhasilan seiring tumbuhnya peningkatan keterampilan terutama Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Diantarannya adalah pengembangan pelatihan kewirausahaan merupakan salah satu bentuk peluang menjadikan menjadi calon pengusaha baru ditengah keterbatasan fisik mereka. 

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin yang disampaikannya saat menjadi Keynote Speaker talkshow virtual digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel dengan tema “Meningkatkan keterampilan kewirausahaan anak berkebutuhan khusus pascasekolah melalui ecoprint”.

Berita Lainnya
1 dari 1.625

“Pendidikan inklusif merupakan salah satu cara dalam memberdayakan anak berkebutuhan khusus yang efektif karena pendidikan menjadi dasar dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,”katanya. 

Dikatakannya pula karya seni dihasilkan ABK harus mendapat perhatian dan apresiasi Pemerintah Daerah melalui perangkat terkait agar mengalami peningkatan baik dari segi produksi maupun kreatifitas.

“Metode pemasaran hasil karya ABK juga perlu dipikirkan dan menjadi materi pembelajaran, seperti manejemen keuangan dan 
bagaimana memasarkan produk secara konvensional dan digital atau media sosial,” ungkapnya.

Sekretaris Dispersip Kalsel M Ramadhan mengatakan, talkshow virtual ke-14 digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap ABK yang telah menyelesaikan sekolah sehingga memiliki keterampilan.

“Sebuah kehormatan bagi Dispersip Kalsel karena Bang Dhin sebagai salah satu unsur pimpinan DPRD Kalsel berkenan menjadi keynote speaker di webinar ke-14,” ujar Ramadhan yang mewakili Kepala Dinas, Nurliani.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya