Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi, Bank Kalsel Harapkan Dana PEN Rp500 M

Jakarta, KP – Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan mengharapkan dipercaya menjadi salah satu bank yang menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai upaya pemulihan ekonomi di wilayah tersebut.


Bank Kalsel pun telah menyiapkan strategi penyaluran kredit untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam peningkatan ekonomi.

“Ini menjadi salah satu yang saya harapkan, Pak Airlangga (Menko Perekonomian) bisa memberikan motivasi kepada Direktorat Perbendaharaan Negara. Kami sudah mengajukannya agar bisa membantu perekonomian di Kalimantan Selatan dengan PEN, dan kami telah siap dengan pipeline-nya,” kata Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin, Senin (26/10/2020).

Bersama dengan Pemda pihaknya terus mengoptimalkan sektor yang saat ini masih tumbuh dan menjadi penyangga ekonomi utama di Kalimantan Selatan.

Dia mencontohkan saat ini program ketahanan pangan yang tengah berkembang, dan telah disusun skema bisnis dari hulu ke hilir sehingga pertanian bisa secara optimal mendukung pergerakan ekonomi.

Berita Lainnya
1 dari 92

Sektor lain yang masih tumbuh positif adalah sektor kesehatan, pengadaan air dan UMKM yang memungkinkan menjadi penggerak perekonomian di masa pandemi Covid-19.


Agus mengatakan Bank Kalsel mencatat pertumbuhan kredit year to date (YTD) 6,6% hingga September.

Penyaluran kredit kami lebih baik dari angka nasional untuk perbankan, kami punya potensi yang bagus meningkatkan daya beli. Selain itu kami juga bisa membantu sektor-sektor yang masih potensial untuk terus berkembang,” kata Agus.

Dia menyatakan sejak pertama OJK mengeluarkan aturan mengenai Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bank Kalsel langsung mengajukan kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp 500 miliar. BPD menurutnya memiliki stigma hanya menggarap kredit konsumtif dari ASN, sementara portofolio kredit Bank Kalsel hampir 50% berada di sektor produktif.

Untuk itu Agus menyatakan telah memiliki banyak pembelajaran untuk penyaluran ke sektor produktif. Dengan begitu dia optimistis pihaknya telah siap menjadi bank yang menyalurkan kredit produktif dengan kualitas terbaik.

“Kami harap dari Direktorat perbendaharaan negara mempertimbangkannya. Penyaluran dana PEN jika kami diberikan Rp 500 miliar InsyaAllah akan disalurkan secepatnya untuk kebangkitan ekonomi Kalsel dan nasional,” katanya. (ADV)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya