BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kinerja Bank Kalsel terus menunjukkan perkembangan positif. Hal ini tercermin dari dividen yang disalurkan kepada pemegang saham, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Direktur Utama Bank Kalsel H Fachrudin mengatakan, untuk tahun buku 2025, dividen yang dibayarkan pada 2026 mencapai Rp56 miliar. Sementara untuk tahun buku 2026, dividen yang akan dibayarkan pada 2027 ditargetkan meningkat menjadi Rp61 miliar.
“Untuk tahun buku 2025 yang dividennya dibayarkan pada 2026 sebesar Rp56 miliar. Target kita untuk tahun buku 2026, yang dibayarkan pada 2027 nanti, dividennya sebesar Rp61 miliar,” ungkap Fachrudin kepada awak media usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kalsel, Rabu (29/7).
Menurut Fachrudin, peningkatan target dividen tersebut sejalan dengan kinerja perusahaan yang semakin baik. Dari sisi likuiditas, Bank Kalsel juga terus menunjukkan perkembangan positif.
Di sisi lain, Bank Kalsel terus memperkuat penyaluran pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.
Fachrudin menjelaskan, kontribusi terbesar terhadap pendapatan bank masih berasal dari pendapatan bunga kredit, baik dari debitur kredit skala kecil maupun pembiayaan yang ditujukan untuk pengembangan usaha.
“Yang maksimal memang dari pendapatan bunga kredit, baik debitur kredit kecil maupun yang khusus untuk pemajuan usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya masih terus melakukan sosialisasi dan pemasaran kepada pelaku UMKM. Adapun angka terbaru terkait perkembangan pembiayaan UMKM masih dalam proses pemutakhiran.(ADV/KPO-1)















