Mahasiswa Ancam Demo, Dewan Keluar Daerah

Berita Lainnya
1 dari 1.030

Banjarmasin, KP – Badan Ekskutif Mahasiswa se Kalimantan Selatan dijadwalkan akan kembali melakukan aksi demonstrasi penolakan Undang-undang Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel, Kamis (15/10) siang.
Namun, Ketua DPRD Kalsel Supian HK mengatakan, tidak bisa menemui massa tersebut, karena harus berangkat mengikuti studi komparasi Badan Anggaran (Banggar) di Jawa Timur.
“Besok (hari ini, red), akan mengikuti studi komparasi Banggar dalam rangka persiapan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021,” kata Supian HK kepada wartawan, Rabu (14/10/2020), di Banjarmasin.
Supian HK mengatakan, sudah empat kali tidak mengikuti rapat Badan Anggaran, dan akan dikenakan sanksi sesuai tata tertib dewan, jika tidak menghadiri agenda tersebut.
“Ini agenda penting dalam rangka penyusunan APBD 2021. Jadi harus berangkat,” tegas politisi Partai Golkar ini.
Kendati demikian, Supian HK tetap mempersilakan mahasiswa untuk melakukan aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja tersebut.
“Kalau mau demo ya silakan, menyampaikan aspirasi dan teriak-teriak di jalan itu hal yang biasa,” tambah Supian HK.
Namun, Supian HK meminta mahasiswa agar memahami kondisi tersebut dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga kondisi tetap kondusif.
“Mohon kiranya mahasiswa bisa memahami ini. Silakan berdemo, namun tetap menjaga agar berlangsung aman dan tertib, serta tidak terpancing melakukan tindakan anarkis,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel V, meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.
Selain itu, Supian HK meminta kepada 55 anggota dewan yang masih berada di Banjarmasin maupun sekretariat agar bersedia menerima aksi demontrasi mahasiswa ini.
“Mahasiswa ini harus diterima. Kalau tidak ada anggota DPRD Kalsel, minimal sekretaris dewan maupun sekretariat yang menghadapinya,” ujar Supian HK.
Sebelumnya, BEM se Kalsel memilih tidak hadir pada acara Rapat Dengar Pendapat terkait penolakan Undang-undang Cipta Kerja di DPRD Kalsel, Selasa (13/10/2020).
Padahal RDP itu merupakan tindak lanjut dari penyampaian aspirasi Forum BEM se Kalsel oleh DPRD Kalsel kepada Presiden Joko Widodo, namun organisasi kepemudaan maupun kemahasiswaan yang berhadir dapat dihitung jari, di antaranya seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya