Minta Solusi dan Perlindungan Anak Jalanan Sampingi Dewan

Banjarmasin, KP – Permasalahan anak jalanan , hingga mulai bermunculannya musik jalanan seperti di perempatan jalan yang dalam waktu belakangan di Banjarmasin menuntut untuk segera dicarikan solusi.

Harapan itulah disampaikan perwakilan anak jalanan bersama mahasiswa saat audensi di Kantor DPRD Kota Banjarmasin, Selasa (6/10/2020) kemarin.

Kedatangan anak jalanan diterima , Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, HM Yamin, Ketua Komisi I Suyato, Ketua Komisi IV Matnor Ali dan Wakil Ketua Komisi IV Hilyah Aulia dan anggota Komisi IV Yunan Chandra.

Sebelum diterima mereka menyuguhkan hiburan musik dengan memainkan gitar lengkap dengan pengeras suara di depan Kantor DPRD Banjarmasin di kawasan Jalan Lambung Mangkurat tersebut.

Ketua Sekolah Musik Jalanan Yayasan Al- AJYB, Bahtiar dalam aspirasi disampaikan, pada intinya meminta perhatian semua dalam menyikapi permasalan anak jalanan.

Ia menilai selama ini, ada kesan anak jalanan hanya dipandang sebelah mata ini hingga penanganan dan pembinaan anak jalanan kurang mendapatkan perhatian berbagai pihak.

” Kalaupun ada yang peduli jumlahnya hanya sedikit. Padahal mereka juga manusia dan punya keinginan sama punya harapan agar meraih masa depan hidup yang lebih baik,” ujar Bahtiar

Dalam penyampaian aspirasi yang mendapat pengawasan aparat kepolisian ini, Bahtiar berharap ada bentuk nyata dari Pemko dalam bentuk program sebagai solusi dalam menangani permasalahan anak jalanan.

Berita Lainnya
1 dari 1.626

Minimal harap Bachtiar, Pemko memfasilitasi anak jalan seperti yang dilakukan Jogjakarta dan DKI Jakarta, terutama dalam pengembangan musik anak ini.

Menanggapi aspirasi disampaikan, Ketua Komisi IV Matnor Ali mengatakan. keberadaan anak jalanan di Indonesia, khususnya kota-kota besar tak terkecuali Banjarmasin merupakan fakta tidak terbantahkan.

Ia mengatakan, permasalahan sosial ini tentunya menuntut perhatian serius, tidak pemerintah tapi juga perlu partisipasi pihak swasta serta masyarakat secara terencana dan terpadu.

Matnor Ali juga menilai, fenomena keberadaan dan berkembangnya anak jalanan merupakan persoalan yang pada hakikatnya bukanlah pada masalah kemiskinan belaka, melainkan banyak faktor yang mempengaruhi.

Sementara Ketua Komisi I Suyato mengatakan, terkait dalam penanganan berbagai masalah anak, sebenarnya sudah membuat sejumlah regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).

Seperti ujarnya, Perda No : 12 tahun 2014 Tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) Serta Tunasusila, Perda Nomor : 6 tahun 2017 tentang Perlindungan Anak Terlantar dan Perda Nomor : 15 tahun 2015 tentang Kota Layak Anak.

” Persoalannya sekarang tinggal kesungguhan dan kesirusan Pemko Banjarmasin dalam mengimplementasikan pelaksanaan seluruh Perda tersebut dilapanan, ” demkian kata Suyato.

Sebelum hal senada sebagaimana dikemukakan Matnor Ali, Suyato menegaskan, bahwa penanganan masalah anak jalan disadari bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga menuntut perhatian bersama dari orang tua maupun masyarakat. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya