Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Memasuki Musim Kemarau, Banjir Rob Masih Melanda Banjarmasin

×

Memasuki Musim Kemarau, Banjir Rob Masih Melanda Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
IMG 20260523 WA0025 e1779533012842
Kondisi banjir rob di wilayah Jalan Prona II, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin pada sore Jumat (22/5/2026). Kalimantanpost.com - Foto/Diah

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Meski sudah memasuki musim kemarau. Namun, nyatanya kondisi Kota Banjarmasin masih dilanda banjir rob di sejumlah wilayah karena tingginya curah hujan dan pasang laut saat ini.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Budi Fitriadi mengatakan saat ini pasang air laut tengah berada pada level tertinggi dan diperkirakan berlangsung hingga sepekan ke depan.

Kalimantan Post

Belum lagi kondisi tersebut diperparah dengan hujan yang masih rutin mengguyur Kota Seribu Sungai hingga saat ini.

“Secara informasi BMKG memang sudah masuk musim kemarau. Tapi kenyataannya curah hujan masih tinggi, ditambah kondisi pasang air laut juga sedang maksimal,” ucap Budi, Sabtu (23/5/2026).

Adanya kombinasi hujan deras dan rob tersebut, membuat sejumlah ruas jalan hingga kawasan permukiman mulai tergenang air. Di beberapa titik jalan raya, ketinggian air berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter.

Sementara di kawasan permukiman seperti Perdagangan dan Japri Zam-Zam, genangan air bahkan mencapai sekitar 60 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.

Kondisi sama juga terlihat di kawasan Jalan Prona II, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan yang rentan terdampak banjir rob.

“Di beberapa kawasan perumahan air cukup tinggi karena gabungan hujan dan rob,” ungkap Budi.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kota Banjarmasin terus meningkatkan kesiapsiagaan. Personel disiagakan selama 24 jam untuk memantau titik-titik rawan banjir berdasarkan laporan masyarakat.

“Kami tetap standby. Anggota melakukan monitoring ke lokasi-lokasi genangan sesuai laporan warga,” ujarnya.

Selain faktor cuaca dan pasang air laut, ia juga menyoroti persoalan drainase yang dinilai belum optimal di sejumlah kawasan. Salah satunya di wilayah Kayu Tangi yang memiliki aliran sungai mati sehingga memperlambat proses pembuangan air.

Baca Juga :  Genangan Masih Terjadi Saat Hujan Deras, Dewan Minta Normalisasi Diprioritaskan

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga terus aktif menyampaikan informasi dan imbauan melalui media sosial resmi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada sejak dini terhadap kemungkinan banjir rob,” tuturnya.

Meski belum ada permintaan evakuasi dari warga, BPBD sempat membantu sejumlah pengendara yang kendaraannya mogok saat menerobos genangan air di beberapa ruas jalan.

“Untuk evakuasi warga belum ada. Tapi ada beberapa pengendara yang kendaraannya mogok dan langsung dibantu petugas kami,” pungkasnya.(Ham/KPO-1)

Iklan
Iklan