Pemko Diminta Fokus Atasi Sanitasi Pemukiman

Banjarmasin, KP – Menghadapi musim penghujan Pemko Banjarmasin diminta untuk lebih fokus dalam kerangka mempercepat program Pecepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP) .

Masalah ini peting untuk dijadikan skala prioritas karena masalah sanitasi merupakan hak dasar manusia yang harus dipenuhi.

” Seperti pelayanan air limbah, persampahan, penyediaan air bersih, drainase hingga pelayanan kesehatan,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim, ST.

Kepada {KP} Selasa (27/10/2020) Zainal Hakim mengakui, jika Pemko Banjarmasin terus berusah mengembangkan pelayanan air limbah baik di pusat kota maupun di pemukiman. Namun untuk bidang lain seperti penanganan sampah dan kebersihan serta pelayanan kesehatan masih perlu ditingkatkan.

Kendati untuk memenuhi pelayanan dasar itu anggota dewan dari F-PKB ini mengakui, bukan hal yang mudah karena selain membutuhkan pendanaan cukup besar, tapi juga dibutuhkan kesadaran tinggi dari masyarakat.

” Belum lagi persoalan semakin tidak terkendali dan tingginya laju jumlah pertambahan penduduk, membuat pelayanan sanitasi semakin sulit dikejar dan dipenuhi,” kata Zainal Hakim.

Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya lainnya kata Zainal Hakim melanjutkan antara lain pertama rendahnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sanitasi, utamanya pada tahap pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sanitasi di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.

Berita Lainnya

55 Nelayan Terima Paket Konversi BBM Ke BBG

CHSE Harus Diterapkan Hotel dan Restoran

1 dari 1.799

Kedua masih kurangnya koordinasi antar pihak-pihak yang berkepentingan, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.

Selain itu belum padu dan komprehensifnya perencanaan dan program pembangunan juga merupakan permasalahan yang menyebabkan kurangnya efisien dan efektifnya pembangunan sanitasi permukiman.

Ketiga masih kurangnya minat dunia usaha untuk berinvestasi di sektor sanitasi. “Alasan yang umum dikemukakan adalah pertimbangan ekonomis dan keuangan, peraturan dan perundangan yang belum mendukung,” tandasnya.

Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan tersebut tentunya sangatlah diperlukan suatu terobosan di sektor sanitasi. Terobosan tersebut sala satunya adalah melalui suatu strategi dan program pembangunan yang komprehensif, terintegrasi, jangka panjang, dengan melibatkan berbagai pihak.

Zainal Hakim meyakini, jika strategi ini dijadikan komitmen dan kerja keras semua pihak untuk melaksanakannya, baik di bidang pendanaan, penguatan kelembagaan dan SDM, penegakan peraturan, pemilihan opsi teknologi sanitasi yang tepat, dan peningkatan partisipasi dunia usaha dan masyarakat, maka program Percepatan Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman akan dapat direalisasikan.

Lebih jauh ia mengemukakan, Pemerintah Indonesia melalui Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) mulai sudah menetapkan i 3 target yang harus dicapai.

Ketiga target ikatanya, pertama stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), kedua pengurangan timbulan sampah dari sumbernya dan penanganan sampah yang berwawasan lingkungan Terakhir perlunya pembehanan drainase untuk menganstifasi genangan air di sejumlah ruas jalan. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya