Warga Disiplin Kunci Lingkungan Bersih

Banjarmasin, KP – Pengelolaan dan penanggulangan sampah di Kota Banjarmasin dinilai sampai sekarang belum tertangani dengan maksimal.

Banyaknya sejumlah kendala dihadapi sering menjadi alasan utama mengapa permasalahan upaya penanganan kebersihan ini sering dijadikan sebagai sebuah alasan.

Dari sekian kendala itu adalah dari soal terbatasnya teknologi, minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki hingga soal masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap betapa pentingnya menjaga kebersihan.

” Padahal penanggulangan atau pengelolaan sampah sebenarnya bukan hanya sekedar terletak pada penggunaan teknologi attau saraba serta prasarana, tapi paling mendasar adalah menyangkut disiplin dan kesadaran masyarakat untuk terbiasa menjaga kebersihan,“ kata anggota komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Edy Junaidi.

Kepada {KP} Minggu (11/10/2020), Edy mengemukakan, Pemko Banjarmasin harus terus menerus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa masalah sampah harus ditekankan pada upaya untuk menjadikannya sebagai gerakan sosial masyarakat yang wajib ‘diperangi’ secara bersama- bersama.

“Sebab disiplin warga merupakan kunci paling utama jika untuk mewujudkan kebersihan lingkungan kota ini,”tandas Angora komisi III dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Berita Lainnya

JMSI Jatim Jamin Anggotan Medianya Kredibel

1 dari 1.589

Menurutnya Pemko Banjarmasin bersama masyarakatnya harus belajar dari sejumlah daerah di Indonesia, terlebih sejumlah negara maju yang berhasil melakukan penanggulangan sampah.

Di negara yang sudah maju katanya, pengelolaan dan penanggulangan sampah tidak hanya sekedar menggunakan teknologi, tapi juga sangat didukung kesadaran dan disipilin yang sangat tinggi dari warganya.

Lebih jauh Edy Junaidi mengatakan, sebenarnya sudah banyak pemanfataan teknologi serta sumbangan pemikiran dari berbagai perguruan tinggi maupun para pakar lingkungan dalam upaya mengatasi persoalan dan penaganan sampah.

Namun ia menegaskan, teknologi tidak banyak artinya jika tidak diimbangi dan diikuti oleh gerakan kolektif masyarakat untuk menangani masalah sampah secara baik.

Menyadari hal demikian ujarnya, masyarakat perlu kiranya diberikan pemahaman secara berkelanjutan agar tidak membuang sampah secara sembarangan.

“Apalagi jika masyarakat mampu memberdayakan gerakan kolektif , dimana pemilihan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bermanfaat dari segi ekonomi, seperti diolah menjadi kompos serta energi biogas,” demikian kata Edy Junaidi (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya