GEMPITA KALSEL : Bintang Mahaputera untuk Amran Sulaiman, Bukti Prestasi dan Terobosan Beliau

Banjarmasin, KP – Menteri Pertanian Republik Indonesia periode 2014-2019, Andi Amran Sulaiman mendapat penganugerahan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Republik Indonesia dari Presiden Joko Widodo.

Penganugerahan tanda kehormatan ini diserahkan pada hari ini Rabu, 11 November 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Adapun ketentuan pemberian penghargaan tercantum pada UU Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan hingga PP 35 2020 tentang pelaksanaan UU Nomor 20 tahun 2009.

Mengapresiasi penghargaan tersebut, Korwil GEMPITA Kalsel, Rikval Fachruri menilai sangat wajar jika Amran Sulaiman menerima penghargaan tersebut.

“Kinerja Pak Andi Amran Sulaiman selama menjadi menteri pertanian sangat memuaskan. Berbagai upaya dan terobosan telah beliau lakukan untuk menegakkan kembali kejayaan pangan Indonesia. Salah satu terobosan tersebut adalah dengan melibatkan anak-anak muda untuk ikut berperan membangun pertanian Indonesia, beliau mencetuskan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA). Terbukti setelah hadirnya GEMPITA produktifitas pertanian semakin meningkat dan pada akhirnya impor pangan seperti beras dan jagung bisa ditekan,” ujar Rikval.

Berita Lainnya
1 dari 1.792

Menurut Rikval, yang juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Provinsi Kalimantan Selatan ini, Andi Amran adalah konseptor sekaligus eksekutor yang sangat Cerdas.

“Pak Amran ini orangnya sangat cerdas, belau membuat regulasi dan konsep pertanian berbeda dari menteri-meteri pertanian sebelumnya, kita bisa membaca jejak digital kebijakan-kebijakan beliau atau bahkan mengecek ke dinas-dinas pertanian di daerah. Tidak cuma konseptor, tapi beliau juga adalah eksekutor, kunjungan lapangan lebih sering beliau lakukan dari pada berkantor, karena di lapanganlah hakikat persoalan pertanian kita dan hampir semua kunjungan lapangan beliau eksekusi langsung persoalan atau kendala-kendala petani,” ucapnya lagi.

Satu hal yang perlu dicatat, kata Rikval Fachruri, di masa Amran Sulaiman, pemerataan pembanguan pertanian Indonesia ditata, seperti gerakan cetak sawah. Bahkan khusus daerah-daerah kawasan rawa yang selama ini hanya menjadi lahan tidur kembali dibangunkan oleh Amran Sulaiman.

“Contoh, untuk Provinsi Kalimantan Selatan merupakan daerah yang rawanya luas, dengan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI), ratusan ribu hektar rawa yang tidur ratusan tahun, dibuka dengan menggunakan pendekatan mekanisasi. Secara otomatis petani mendapatkan peningkatan penghasilan dari program ini,” tandas salah satu Ketua Himpunan Pengusaha Munda Indonesia (BPD HIPMI) Kalsel ini.

Kalimantan selatan hari ini telah menjadi lumbung padi, bukti nyata terobosan Pak Andi Amran Sulaiman dan juga tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi Pemerintah Daerah.

Sebab, kebijakan daerah yang dipimpin oleh H. Sahbirin Noor (Paman Birin) dengan semangat Bergeraknya gayung bersambut dengan kebijakan kementerian pertanian.

Maka tidak salah jika tahun 2018 Pemerintah Pusat mempercayakan Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah Hari Pangan Sedunia (HPS 2018).

Salah satu bukti nyata keterlibatan penuh Pemerintah Daerah adalah dengan memberi ruang untuk pemuda terlibat langsung membangun pertanian Banua, sehingga pada tahun 2017 yang lalu, Bung Rikval Fachruri diberikan penghargaan nasional dari Kementertian Pertanian sebagai Pemuda Agro Inovator Teladan 2017, karena berhasil ikut serta bergerak membangunkan lahan tidur bersama GEMPITA. (KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya