Paman Yani Prihatin Kondisi Masyarakat di Perbatasan

Beberapa desa justru tidak memiliki sekolah seperti Desa Mulyoharjo, Sekayu Baru, Pamukan Indah Kabupaten Kotabaru. Bukan itu saja persoalan infrastruktur jalan yang terjal dan rusak termasuk aliran listrik hanya bisa dinikmati mereka ketika malam hari saja

BANJARMASIN, KP – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, H Muhammad Yani Helmi mengaku sangat prihatin dengan begitu banyak persoalan yang dihadapi masyarakat di perbatasan, yang hampir tidak tersentuh pembangunan.

“Tidak hanya infrastruktur saja, melainkan pendidikan serta sarana publik lainnya termasuk penerangan listrik yang perlu perhatian pemerintah,” ujar Yani Helmi kepada wartawan, usai melaksanakan reses di daerah pemilihan Kalsel VI, kemarin, di Banjarmasin.

Menurut Paman Yani, panggilan akrab Yani Helmi, reses lalu memang menyoroti daerah pelosok, terutama yang menjadi perhatian agar bisa ditindaklanjuti.

“Jadi aspirasi masyarakat ini benar-benar akan diteruskan kepada pengambil kebijakan, baik di provinsi maupun Kabupaten Kotabaru,” jelas Paman Yani.

Berita Lainnya
1 dari 521

Diantaranya, beberapa desa justru tidak memiliki sekolah seperti Desa Mulyoharjo, Sekayu Baru, Pamukan Indah Kabupaten Kotabaru. Bukan itu saja persoalan infrastruktur jalan yang terjal dan rusak termasuk aliran listrik hanya bisa dinikmati mereka ketika malam hari saja

“Masalah ini ada kewenangan kabupaten, Provinsi sinergi dengan Pemkab, namun ada juga harus diselesaikan tingkat pusat,” jelas politisi Partai Golkar ini.

Diungkapkan, hal menarik yang lebih membuat pilu hatinya, ketika para generasi muda memiliki semangat juang untuk menempuh pendidikan harus melewati jalanan dengan medan susah hingga sejauh 25 kilometer. Oleh karena itu dirinya akan memperjuangkan hak rakyat ini agar dapat memenuhi keinginan masyarakat yang sudah lama di idam-idamkan.

“Mereka bersekolah di Kaltim, yang jaraknya lebih dekat dibandingkan sekolah di Kalsel. Jadi secepatnya akan RDP dengan sejumlah SKPD terkait,” tambah Paman Yani ini

Selain itu, saat reses tersebut juga menemukan tidak adanya akses jembatan pelabuhan yang menghubungkan Kotabaru daratan dengan Kotabaru Pulau Laut yang selama ini digunakan masyarakat sudah termakan usia, sehingga perlu dilakukan renovasi, untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Jembatan pelabuhan ini menjadi salah satu akses untuk mobilisasi barang dan jasa,” ujarnya. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya