BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Realisasi perbaikan Jalan Simpang Jelai akan segera dilakukan. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin tengah menyempurnakan Detail Engineering Design (DED)nya.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya mengungkapkan telah melakukan survei di lapangan baru-baru tadi.
“Sudah kita cek dan melakukan pengukuran jalan yang akan diperbaiki itu sekitar 500 meter menuju SDN Basirih 10,” ucap Chandra, Sabtu (6/6/2026).
Meski sekarang ini prioritas perbaikan bukan untuk akses menuju SDN 10 Basirih Banjarmasin lagi. Namun memang untuk kepentingan warga sekitar agar memudahkan akses mereka yang selama ini cukup kesulitan dengan jalan yang belum sepenuhnya dituntaskan.
“Jadi perbaikan jalan ini kami melihat dari kepentingan warga sekitar di sana karena rencananya SDN Basirih 10 itu akan direlokasi. Untuk informasi lebih lanjutnya bisa tanyakan Disdik,” terangnya.
Adapun perbaikannya masih dipertimbangkan. Entah nantinya menyesuaikan jalan yang sudah diperbaiki sebelumnya yang dibuat titian beton oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan atau badan jalan saja.
“Kalau mengikuti titian jalan yang ada luasnya 1,5 meter. Tapi kalau eksisting badan jalan minimal ya paling tidak minimal 4-5 meter,” tuturnya.
Mengingat letaknya berada di bantaran sungai dan sering terendam saat pasang surut air. Maka jalan akan diberikan dinding di sisi sampingnya dengan lebih kokoh untuk menahan air agar jalan tidak tergerus.
“Ya kita buat pinggiran yang bagus. Mungkin di pasang batu supaya kuat,” ujarnya.
Ditanyakan kapan pastinya pengerjaan fisik mulai dilakukan, ia tak memberikan jawaban pasti. Namun yang jelas ia memastikan penanganan pasti direalisasikan segeranya. Apalagi, perbaikan lanjutan ini sudah diharapkan warga sekitar sejak lama.
Terlebih, penanganan jalan yang berada di kawasan Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu sendiri menjadi prioritas saat ini karena sudah masuk arahan Wali Kota Banjarmasin langsung.
“Jalan itu terindikasi akan ditangani Pemko. Jadi pasti. Tentunya akses yang diperbaiki ini tidak cuman dipakai untuk anak-anak sekolah tapi untuk masyarakat simpang jelai dari depan ke belakang karena lumayan jarak tempuhnya mencapai 1,5 meter sampai ke dalam itu,” pungkasnya.(ham/KPO-4)















