Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

‎Diduga Korban Kekerasan, Makam Balita di Banjarbaru di Bongkar untuk Otopsi

×

‎Diduga Korban Kekerasan, Makam Balita di Banjarbaru di Bongkar untuk Otopsi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260606 WA0062 e1780747295394
‎PROSES FORENSIK: Aparat kepolisian bersama tim forensik melakukan pembongkaran makam balita di wilayah Liang Anggang, Banjarbaru, untuk kepentingan otopsi dalam penyelidikan dugaan kasus kekerasan terhadap anak. (Kalimantanpost.com/Repro,)


‎Banjarbaru, Kalimantanpost.com – Aparat kepolisian melakukan pembongkaran makam atau exhumasi terhadap jasad seorang balita yang diduga meninggal akibat tindak kekerasan. Proses tersebut dilakukan di Tempat Pemakaman Muslim yang berada di samping Polsek Liang Anggang, Banjarbaru, guna kepentingan otopsi forensik, Sabtu (6/6/2026)

‎Langkah tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan dari keluarga korban terkait adanya dugaan kejanggalan dalam kematian anak berinisial NS, usia 2 tahun 11 bulan, yang sebelumnya telah dimakamkan pihak keluarga.

‎Kapolsek Liang Anggang, Kompol Heru Setiawan, mengatakan laporan diterima pada Kamis lalu dari kerabat dekat korban. Setelah menerima informasi tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan awal.

‎“Setelah menerima laporan, kami melakukan penyelidikan, mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, serta melakukan olah TKP awal. Dari hasil tersebut, dirasa perlu dilakukan exhumasi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” ujarnya di lokasi pemakaman.

‎Proses pembongkaran makam dilakukan oleh personel Polsek Liang Anggang bersama tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

‎Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah mengamankan ibu kandung korban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

‎“Dari rangkaian penyelidikan, yang berada di lokasi saat kejadian hanya korban dan ibu kandungnya. Karena itu dugaan sementara mengarah kepada ibu korban,” kata Heru.

‎Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian. Tim Inafis Polres Banjarbaru juga dilibatkan untuk membantu olah tempat kejadian perkara lanjutan.

‎Kecurigaan keluarga muncul setelah melihat kondisi jenazah korban sebelum dimakamkan. Tante korban, Nurhikmah, mengaku menemukan sejumlah kondisi yang menurutnya tidak wajar, sehingga memutuskan melapor ke polisi.

‎Ia mengaku sempat mempertanyakan kondisi tersebut kepada ibu korban dan menerima penjelasan bahwa luka yang dialami anak terjadi akibat tersiram air panas.

‎Namun, pihak keluarga menilai perlu ada penjelasan medis dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.

‎Nurhikmah juga mengungkapkan keluarga mengetahui kabar meninggalnya korban dari informasi warga sekitar. Selain itu, keluarga memperoleh informasi bahwa korban tidak sempat mendapatkan penanganan medis sebelum meninggal dunia.

‎Polisi menegaskan hasil resmi terkait penyebab kematian akan disampaikan setelah proses otopsi selesai dan seluruh alat bukti terkumpul. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.(dev/KPO-3)


Baca Juga :  Pemilik WO yang Tipu Puluhan Calon Pengantin Ternyata Residivis
Iklan
Iklan