Banjir Masih Ancam Banua Anam, 40 KK di Balangan Terdampak

PARINGIN, KP – Musibah banjir masih menjadi momok di kawasan Banua Anam Kalimantan Selatan. Sejak Rabu (2/12) kemarin, banjir menggenang di Desa Tanah Habang Kiri RT 3, Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan.

Informasi yang dihimpun, diduga banjir diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Tak hanya itu, banjir yang menggenang diduga merupakan air kiriman dari Kabupaten Tabalong, membuat desa yang berada sekitar 4 kilometer dari jalan raya terenda banjir, dan berdampak pada aktivitas warga.

Berita Lainnya
1 dari 465

“Banjir ini sangat berpengaruh kewarga, terlebih lagi sama saya pribadi penyadap karet. Kalau banjir begini ya terpaksa tinggal di rumah saja. Penghasilan pun cuma 3 hingga 4 KG sehari, belum lagi dibagi sama pemiliknya,” ucap Risfah, warga setempat yang terdampak banjir.

Ditambahkan Muhammad Arsyad, relawan MRI-ACT Kabupaten Balangan, banjir yang menggenang di desa yang diapit oleh Sungai Balangan dan Sungai Tabalong ini masih memperlihatkan adanya kenaikan. Kendati tidak begitu signifikan.

“Alhamdulillah, warga masih memilih bertahan dirumah karena banjir yang masih belum memasuki rumah mereka. Akan tetapi warga diminta lebih waspada apabila terjadi hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir terus meningkat,” tutur Arsyad.

Ditambahkan Arsyad, banjir diprediksi akan surut, jika tidak ada hujan dan tidak ada banjir kiriman dari daerah tetangga. “Tapi aktivitas warga masih belum normal,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan dari MRI-ACT Kabupaten Balangan, sedikitnya ada 40 kepala keluarga (KK) dan 177 jiwa yang terdampak musibah banjir. Selain meninjau lokasi, tim pun juga mengevakuasi beberapa warga yang terdampak banjir.(rel/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya