Memaknai Peringatan Hari AIDS
Hindari Sex Menyimpang Cegah dan Budayakan Pola Hidup Sehat

Hari AIDS menjadi momentum peringatan untuk menumbuhkan kesadaran setiap orang terhadap ancaman penyakit AIDS

BANJARMASIN, KP – Di tengah belum teratasinya wabah virus Corona (Covid-19), jumlah penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) terus meningkat secara nasional. Celakanya, sebagian besar penderitanya berasal dari usia produktif .

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kalimantan Selatan melaporkan, dalam tahun 2019 lalu terdata sebanyak 2609 kasus penderita HIV/AIDS. Dari jumlah kasus itu Kota Banjarmasin masih menduduki rangking pertama dengan jumlah penderita sekitar 734 kasus, disusul Kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Banjarbaru.

Sementara tahun 2020 menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi saat peringatan Hari Kesehatan sedunia belum lama ini jumlah penderita HIV-AIDS di Kalsel bertambah 300 kasus.

Machli menyebut, banyaknya jumlah kasus penyakit akibat hubungan kelamin menyimpang itu menempatkan Banjarmasin peringkat pertama penderita HIV- AIDS dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel.

Menyikapi tingginya penyebaran penyakit mematikan dan hingga kini belum ada obat mujarap untuk menyebuhkannya itu, anggota komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Yunan Chandra mengimbau kepada masyarakat, agar membiasakan pola hidup sehat dan menjauhi hal-hal yang retan terhadap penularan HIV/AIDS seperti hubungan sex menyimpang dan ganti- ganti-pasangan.

“Sebab salah satu faktor penyebab terbesar tingginya penyebaran virus HIV/AIDS karena gaya hidup yang sering berganti-ganti pasangan dalam hubungan sex. Prilaku seperti ini sangat rentan terkena penularan virus tersebut,” ujarnya.

Hal itu dikemukakannya kepada {KP}, Selasa (1/11/220) menanggapi Hari AIDS sedunia yang selalu diperingati setiap tanggal 1 Desember. Ia mengatakan, peringatan ini hendaknya jangan hanya sekedar dijadikan seremonial.

“Sebaliknya menjadikan momentum peringatan ini untuk menumbuhkan kesadaran setiap orang terhadap ancaman penyakit AIDS yang disebabkan Human Immunodeficiency Virus (HIV) tersebut,“ tandas anggota komisi yang diantaranya membidangi masalah kesehatan ini.

Lebih jauh ia mengemukakan, Banjarmasin sebagai kota besar dan kini menuju sebagai kota metropolitan dalam tahun terakhir berdasarkan data penularan penyakit HIV/AIDS sudah pada tingkat mengkhwatirkan.

Berita Lainnya
1 dari 2.966

“Betapa tidak dari data yang dilaporkan hanya selama kurun waktu beberapa bulan diketahui setidaknya ada puluhan kasus penderita HIV/AIDS yang berhasil terdekteksi,’’ kata anggota dewan dari Partai Nasdem ini.

Terkait upaya penanggulangan HIV/AIDS, Yunan Chandra meminta agar Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin secara konsisten melakukan sosialiasi atau penyuluhan dalam upaya pencegahan HIV/AIDS kepada seluruh lapisan masyarakat..

Langkah lain harus dilakukan kata melanjutkan, program tersebut diimbangi antisipasi lain dengan melakukan pencarian populasi kunci penularan penyakit HIV/AIDS, seperti halnya tempat-tempat prostitusi terselubung.

Selain itu perlunya pengawasan ketat terhadap tempat hiburan malam (THM). “Masalahnya, karena THM memiliki mobilitas tinggi terhadap menularnya HIV/AIDS lantaran di tempat hiburan itu tidak menutup kemugkinan sering terjadi transaksi seks,” katanya.

Dikatakan, upaya antipasti lainnya dilaksanakan adalah melakukan pencegahan melalui transmisi seks, penyediaan darah yang aman untuk transfuse hingga perlunya, pengambilan simple darah di populasi terhadap tempat yang dinilai retan penyebaran HIV/AIDS.

Lebih jauh ia mengakui, beberapa program pencegahan HIV/ AIDS yang telah dilakukan selama ini hanyalah merupakan salah satu solusi penanggulangan atau antisipasi agar penularan penyakit itu tidak meluas.

Diketahui, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi sangat rentan terhadap masuknya kuman-kuman penyakit lain.

Sedangkan AIDS adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya system kekebalan tubuh.

Penularan HIV dari seseorang yang menderita HIV kepada orang lain adalah melalui cairan tubuh yaitu melalui darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu yang menderita HIV.

Sebelumnya Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor juga menyatakan keprihatinnya masih tingginya kasus penderita HIV/AIDS di daerah ini.

Menyikapi masalah ini orang nomor satu di jajaran Pemprov Kalsel itu menghimbau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dan mengintruksikan seluruh instansi terkait agar melaksanakan penanggulangan lebih maksimal. (nid)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya