Protokol Kesehatan Tetap Diutamakann Pada Layanan HIV/AIDS

Palangka Raya, KP – Kemenkes ingatkan terkait layanan HIV/AIDS bagi penderita harus tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan, pinta perwakilan pejabat Kemenkes RI Nurjanah, Senin (14/12).

Permintaan itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Evaluasi Program penanganan dan pencegahan HIV/AIDS se Kalteng, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kalteng.dr.Suyuti Samsul.

Menurut Kadinkes sejumlah rangkaian Peringatan HAS telah dilaksanakan di daerah ini, baik yang dilaksanakan sebelum tanggal 1 Desember ataupun tepat pada tanggal 1 Desember yang merupakan Hari HIV/AIDS se dunia.

Salah satu kegiatan yakni melaksanaan Pemeriksaan HIV AIDS dan PIMS bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Pangkalan Bun, pemeriksaan HIV AIDS dan PIMS bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kuala Kapuas

Sementara itu Kasubdit HIV AIDS dan PIMS Kemenkes RI Nurjannah, SKM, M.Kes menngingatakan, protokol kesehatan dalam layanan HIV AIDS selama Pandemi COVID-19.P

Berita Lainnya
1 dari 564

Pertama bagi PDP dilaksanakan sesuai Kewaspadaan Standar, dab mendahulukan pelayanan kepada ODHA dengan batuk, demam, atau gejala flu lain. Untuk Faskes layanan PDP yang juga menjadi rujukan covid-19 agar mengalihkan layanan PDP ke faskes lain diikuti pengalihan logistik sesuai dengan prosedur yang berlaku

Dalam hal layanan PTRM ia minra dapat mempertimbangkan pemberian THD (Take Home Dosage) maksimal 7 har. Kemudiab pemberian ARV untuk 2-3 bulan dengan mempertimbangkan kondisi ODHA dan ketersediaan ARV terutama di wilayah episentrum covid-19.

Bagi ODHA dengan IO, stadium lanjut, atau pertama kali mendapat ARV maka tetap perlu kontrol setiap bulan. Diharapkan perlu kerja sama dengan komunitas/pendukung ODHA, serta diberikan informasi agar selalu menerapkan PHBS berkelanjutan untuk mencegah penularan covid-

Masih banyak tantangan program P2 HIV AIDS dan PIMS khususnya di Kalimantan Tengah, baik dari Sumber Daya Manusia, Pembiayaan, akses internet yang belum merata, ketersediaan rapid tes dan logistik lainnya serta stigma dan diskriminasi yang masih ada.

Dikemukakan hingga saat ini, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan HIV AIDS namun sudah ada obat yang diyakini dapat menekan penuh laju pertumbuhan virus HIV dalam tubuh yaitu Antiretroviral (ARV). (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya