Berusia Hampir Setengah Abad,
Pangkas Rambut Nasional Tetap Eksis

Banjarmasin, KP – Bisnis barbershop atau pangkas rambut semakin tumbuh saja, salah satunya disebabkan peningkatan selera dan gaya hidup kalangan pria.

Di Banjarmasin sendiri, kini makin banyak bermunculan barbershop yang dikelola anak muda. Dengan mengutamakan tempat yang nyaman dan pilihan model rambut yang semakin kekinian.

Namun, di antara sekian banyak jasa pangkas rambut dan barbershop di Banjarmasin, mungkin tempat cukur yang satu ini bisa dikatakan sebagai cikal bakal berkembangnya bisnis potong rambut di kota seribu sungai ini.

Ya, namanya Pangkas Rambut Nasional. Berlokasi di jalan Hasanudin HM Banjarmasin. Tempat cukur ini begitu legendaris. Bagaimana tidak, berdiri sejak tahun 1973, usaha ini tetap eksis hingga sekarang, di tengah usaha sejenis yang ramai bermunculan.

Dikatakan pemiliknya, Rusdi (64), dirinya mulai melanjutkan bisnis Pangkas Rambut Nasional ini sejak tahun 1979. Itu setelah generasi pertama, sang ayah, tak bisa lagi mengurus usaha pangkas rambut.

Menurutnya, saat itu pemangkas rambut Nasional berjumlah 13 orang. Saking ramainya, masing-masing pemangkas bisa mencukur hingga 15 kepala. Berarti, tak kurang 100 orang pelanggan yang datang setiap harinya.

“Dulu, sekitar tahun 1970-an, sepengetahuanku cuma di sini tempat cukur rambut yang besar. Saban hari selalu ramai pelanggan. Bisa ratusan orang dalam satu hari,” tutur Rusdi kepada Kalimantan Post, Selasa (5/1/2021).

Rusdi menceritakan, waktu itu tarif memangkas rambut ditempatnya hanya dipatok Rp 500 saja per orang.

“Seiring waktu, makin naik tarifnya. Sampai sekarang dipatok Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 9.000 untuk anak-anak,” ujar Rusdi.

Berita Lainnya
1 dari 928

Saking populernya Pangkas Rambut Nasional kala itu, lanjut Rusdi, semua kalangan pernah singgah ke tempatnya. Dari orang-orang biasa sampai pejabat pernah mencukur rambut di tempatnya.

“Gubernur Subarjo dan M Said juga pernah jadi pelanggan di pangkas rambut kami. Sampai dipanggil ke rumah,” bebernya lagi.

Namun, zaman terus berputar, Rusdi merasakan pelanggannya makin berkurang sejak tahun 2000 ke atas.

“Jumlah pelanggan jauh sekali menurun. Apalagi, di tengah pandemi saat ini, tidak pernah sampai 10 orang yang datang,” ucapnya.

Semuanya, sambung Rusdi, harus tetap disyukuri, karena itulah jatah yang diberikan sang maha pemberi rezeki.

“Kami tetap bersyukur. Rezeki sudah diatur Allah,” ungkap Rusdi, yang tetap bertahan mengelola Pangkas Rambut Nasional, bersama dua orang adiknya.

Untuk model rambut, ia beserta saudaranya, mesti mengikuti tren rambut yang digandrungi orang saat itu, sesuai perkembangan mode.

Kata Rusdi, masih banyak anak muda yang memakai jasa di tempatnya. Jadi, mau tak mau mereka harus update dan belajar menyesuaikan mode-mode rambut terbaru yang sedang hits.

Tak hanya merapikan, ia juga sering diminta mengukir pola tertentu di rambut pelanggannya. “Bisa saja dilayani semuanya, asal ada contohnya. Rambut model sekarang juga banyak yang kembali ke zaman dulu. Jadi kami bisa menyesuaikan,” pungkasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya