Nelayan Batulicin Masih Kekurangan Pasokan Solar

Syarwani mengharapkan, agar pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis solar ini bisa terus tersalur dan tercukupi, mengingat stok BBM yang telah menjadi kebutuhan bagi nelayan untuk melaut tersebut setidaknya dilebihkan saja.

BATULICIN, KP – Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di lokasi Pelabuhan Perikanan Batulicin hingga kini masih saja jadi keluhan, karena belum mampu memenuhi kebutuhan nelayan.

Menyikapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani mengatakan meski keselamatan nelayan telah menjadi prioritas.

Namun, apabila ketersediaan pasokan BBM belum terpenuhi, artinya hal tersebut masih harus menjadi perhatian penuh oleh distributor.

“Jadi di Pelabuhan Perikanan Batulicin, untuk SPBN hanya disediakan perbulannya sebanyak 70 ton atau 7 tangki saja dan itu masih sangat kurang,” ungkapnya, usai menyambut kedatangan anggota Komisi II DPRD Kalsel, M. Yani Helmi, dalam kegiatan sidak di kantor Pelabuhan Perikanan Batulicin (PPB), Tanah Bumbu, Senin (4/1) siang.

Syarwani mengharapkan, agar pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis solar ini bisa terus tersalur dan tercukupi, mengingat stok BBM yang telah menjadi kebutuhan bagi nelayan untuk melaut tersebut setidaknya dilebihkan saja.

Berita Lainnya
1 dari 797

“Diharapkan ada penambahan kouta BBM dari Pertamina bagi nelayan kita agar bisa melaut di Pelabuhan Perikanan Batulicin, sehingga aktivitas operasinonalnya juga dapat optimal,” ungkapnya.

Meski penambahan kouta harus melalui berbagai persyaratan khusus, atau paling tidak sekitar 15 tangki hingga 20 tangki, agar bisa mencukupi kebutuhan nelayan di lokasi Pelabuhan Perikanan Batulicin (PPB).

“Syarat itu pasti, paling tidak ya sekitar 15 hingga 20 tangki bisa saling berbagi untuk ke semua kapal-kapal yang bersandar ke Pelabuhan Perikanan Batulicin dalam aktivitas melaut,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menginginkan agar masalah ini menjadi perhatian stakeholder terkait, agar kesejahteraan nelayan dapat terpenuhi.

“Ekonomi di sektor perikanan bangkit, itu karena kontribusi dari aktivitas para nelayan juga. Artinya, harus terpenuhi juga kebutuhan untuk melaut sehingga pengaruh hasil tangkapannya juga bisa meningkat,” tegasnya.

Selain itu, dukungan pemerintah di tingkat provinsi untuk para nelayan juga harus mengalir, salah satunya hal paling utama adalah keselamatan dalam melakukan aktivitas melaut.

“Pemerintah harus mendukung itu, apalagi keselamatan saat melaut. Tumbuhnya suatu ekonomi di sektor perikanan itu mulainya dari para nelayan, salah satu bentuk kongkrit yang bisa dilakukan yaitu pemberian left jaket kepada mereka,” ujar politisi Partai Golkar. (lyn/K-1))

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya