PODSI B.Masin bikin gebrakan
Berikan insentif untuk pedayung Ke PON Papua dan Porprov HSS

PODSI Banjarmasin memberikan insentif bagi pedayung yang akan diterjunkan ke PON Papua dan Porprov HSS, secara bervariasi.

Banjarmasin, KP – Gebrakan dilakukan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) kota Banjarmasin, dengan pemberian insentif bagi para atlet dayung disejumlah nomor pertandingan.

Dalam menyongsong ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Hulu Sungai Selatan, yang dijadwalkan tahun 2022, tim dayung Banjarmasin memberikan insentif kepada atlet yang rajin berlatih.

Ketua PODSI Banjarmasin, Donny Wirawan Achdiyat mengatakan kepada wartawan di Banjamasin, Kamis (7/1/2021) insentif yang diberikan kepada atlet bervariasi.

Mulai dari atlet lapis satu sebesar Rp 1 juta, pedayung lapis kedua sebesar Rp 750.000 dan lapis ketiga sebesar Rp 500 ribu setiap bulannya.

“Untuk pedayung lapis pertama dipersiapkan untuk ajang PON Papua sementara lapis kedua dan ketiga dipersiapkan ajang Porprov,” ujar Donny.

Donny mengaku pemberian insentif ini untuk memacu pedayung agar lebih giat lagi dalam latihan yang di fokuskan di Sungai Awang Banjarmasin.

Menurut Donny, untuk PODSI Banjarmasin sendiri tidak kesulitan dalam mencari regenerasi atlet, karena sangat banyaknya atlet dayung dari berbagai kelompok umur yang bergabung dan berlatih di markas dayung Kayuh Baimbai di Sungai Awang Kokplek Mandiri. Hingga saat ini ada sekitar 100 pedayung yang ikut latihan.

“Bahkan pedayung ini jika dikatagorikan hingga lapis keenam. Mulai dari anak anak kelas 2 SD sudah bergabung latihan,” kata dia.

Berita Lainnya
1 dari 306

Kebanyakan atlet yang latihan datang dari kalangan keluarga pedayung sendiri.

Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Kalsel Tabalong 2017 lalu Banjarmasin menjadi juara umum Porprov setelah berhasil mengoleksi sepuluh medali emas.

Kemenangan itu rata-rara didominasi pedayung putri di kelaa kayak dari berbagai jarak dan kategori yang dilombakan.

-Seleksi nasional

Donny yang juga Sekretaris PODSI Kalsel, juga menjelaskan tentang pengiriman pedayung mengikuti Seleknas (Seleksi Nasional) menuju SEA Games 2021 di Vietnam.

‘’Dayung Kalsel berupaya mempertahankan tradisi yang sudah berlangsung beberapa priode, tetap memiliki wakil dalam tim dayung Indonesia yang berlaga di ajang internasional,’’ kata Donny Wiryawan.

Seleksi yang diikuti 100 pedayung kabupaten/kota se Kalsel, menjaring 10 peedayung putra dan putri. Saat ini lima pedayung putra dan lima pedayung putri menjalani Seleknas di di Waduk Jatiluhur, Karawang dan Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat.

Ada beberapa nomor yang dipertandingkan dalam seleksi menuju Seleknas ini yakni Cano dan kayak. Pada perhelatan SEA Games 2021 mendatang, ada 16 nomor untuk nomor canoing dan rowing. Dan, hingga saat ini, hanya ada sembilan atlet yang tergabung dalam pelatnas. Mereka sedang fokus persiapan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Tahun lalu, dalam SEA Games 2019 di Filipina, rowing berhasil menyumbangkan 3 emas dan 2 perunggu. Untuk kategori kano, mereka menyumbang 7 emas, 4 perak, dan 1 perunggu.

Tim dayung SEA Games 2021 memang memerlukan banyak atlet. Dia memperkirakan butuh lebih dari 20 atlet. Mereka akan terjun pada nomor individu dan beregu, pungkas Donny. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya