Presiden : Evaluasi Problem Food Estate di Kalteng

Presiden RI Joko Widodo meminta semua yang terlibat dalam pengembangan food estate di Kalteng dapat mengevaluasi apa yang bisa menjadi hambatan.

PALANGKA RAYA, KP — Presiden RI Joko Widodo meminta semua yang terlibat dalam pengembangan food estate di Kalteng dapat mengevaluasi apa yang bisa menghambatnya.

Permintaannya itu ia sampaikan saat menghadiri Rakernas Pembangunan Pertanian di Jakarta, Senin (11/1) yang dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran, didampingi Asisten II Nurul Edy, Inspektur Provinsi Sapto Nugroho dan sejumlah pejabat lainnya.

Kehadiran Gubernur pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 dilaksanakan secara virtual dari Aula Serbaguna Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, dan Rakernas dilaksanakan terpusat dari Istana Negara, Jakarta.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) Syahrul Yasin Limpo , pertemuan kali ini dalam rangka membahas program kerja pembangunan pertanian Tahun 2021. Dan memperkuat peran sektor pertanian dalam menopang pertumbuhan ekonomi ditengah Covid-19.

Berita Lainnya
1 dari 497

Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan Pertanian yaitu pertanian maju, mandiri dan modern. Arah kebijakan menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, tepat dan tepat untuk mecapai kinerja yang lebih maju.

Untuk itu perlu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dengan kemandirian Nasional dan lokal, memanfaatkan kekinian teknologi atau modernisasi dan mekanisasi dan korporasi dari hulu sampai hilir pengembangan pertanian.

Presiden RI Joko Widodo menyatakan dalam kondisi pandemi Covid-19, sektor pertanian menempati posisi yang makin central. Pasalnya WHO memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan. Hati-hati mengenai ini”, tutur Presiden.

Ia menyatakan pengelolaan yang berkaitan dengan pangan agar betul-betul ditangani dengan serius, terutama yang berkaitan dengan komoditas pertanian yang import seperti kedelai, jagung, gula, bawang putih dan beras.

Dikemukakan, kita harus membangun sebuah kawasan yang ekonomik skill, tidak bisa kecil-kecil lagi. Karena itu ia dorong Food estate ini agar bisa diselesaikan. Paling tidak Tahun ini di Sumatera Utara, yang di Kalimantan Tengah itu diselesaikan. Kita mau evaluasi problemnya apa, masalah lapangannya apa, tekhnologi yang kurang apa, dan juga cara-cara yang konvensional di Food Estate, “karena ini akan menjadi contoh, nanti kalau ini benar, akan menjadi contoh bagi semua Provinsi”, tandas Joko Widodo.

Kita akan berikan dana dari APBN tetapi betul-betul ada written ekonomi yang diberikan pada Negara tutup Presiden. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya