Sampah Pasca Banjir Menumpuk, DLH Tambah Jam Lembur Pasukan Oranye

Banjarmasin, KP – Banjir yang sudah mulai memperlihatkan tanda penurunan ketinggian air ternyata meninggalkan PR tambahan bagi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. Salah satunya penanganan sampah pasca banjir.

Pasalnya, berdasarkan pantauan awak media pada Rabu (27/01) pagi, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Khususnya TPS yang berada di lokasi terdampak banjir seperti kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur dan Selatan.

Bahkan, saking banyaknya sampah, sekitar pukul 10.00 WITA, tumpukan sampah yang ada di TPS Jalan Pangeran Hidayatullah, Kecamatan Banjarmasin Timur, sudah memakan separuh badan jalan.

Tidak hanya itu, sampah pasca banjir terutama perabotan rumah tangga yang rusak akibat rendaman banjir juga terlihat menumpuk di atas Jembatan Pangambangan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Mukhyar mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sampah rumah tangga yang tidak bisa terbuang lantaran masih tingginya genangan banjir.

“Karena kemarin pas banjir sampahnya menumpuk di rumah, jadi ketika sudah mulai surut baru mereka bisa membuangnya. Makanya terjadi penumpukan sampah di setiap TPS,” ucapnya pada awak media di lobi Balai Kota Banjarmasin, Rabu (27/01) siang.

Berita Lainnya
1 dari 2.391

Karena itu, pihaknya memutuskan untuk menambah jam lembur setiap petugas kebersihan atau pasukan oranye yang masih bisa bekerja dan menambah armada angkutan sampah di beberapa lokasi.

“Ada 4 titik yang kita fokuskan mengangkut tumpukan sampah yaitu di TPS Pasar Kuripan, TPS di Jalan veteran yang berdekatan dengan Pasar A Yani, TPS Jalan Pramuka dan di Kelayan,” ungkapnya.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena di kawasan-kawasan itulah yang paling parah digenangi banjir.

“Kita akan maksimalkan armada yang ada. Jadi mobil angkutan yang sudah selesai mengangkut sampah di tempat lain akan kita kerahkan untuk mengangkut tumpukan sampah di empat titik tadi,” ujarnya.

Ia membeberkan, dalam beberapa hari ke belakang, armada yang sudah dikerahkan ada 4 mobil konverter dan 3 dump truk yang dikerahkan secara maksimal dalam menanggulangi tumpukan sampah tersebut.

Disamping itu, ia mengaku mengalami kendala dalam menyelesaikan permasalah sampah itu lantaran terbatasnya jumlah petugas kebersihan.

“Personel dan armada kami kan juga terbatas, mereka sudah bekerja sampai subuh, kemudian saat pagi hari mereka juga harus dioperasionalkan kembali,” bebernya.

Oleh karena itu, pihaknya tetap mengutamakan kondisi kesehatan para petugas kebersihan yang ada. “Kalau mereka masih fit dan sanggup. Itu yang kita turunkan untuk membantu dalam mengangkut sampah yang semakin menumpuk,” tutupnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya