BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Menyambut usia ke-500 tahun, Kota Banjarmasin mulai menghidupkan kembali berbagai kegiatan bernuansa budaya dan tradisi.
Salah satunya melalui Kejuaraan Memanah Berkuda (Horseback Archery) Walikota Cup 2026 yang digelar selama dua hari, 24–25 April 2026 di Lapangan Bola Gerilya, Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) ini diikuti sekitar 101 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah hingga Jawa Timur.
Kehadiran peserta lintas daerah ini sekaligus menunjukkan bahwa olahraga panah berkuda mulai kembali mendapat tempat di tengah masyarakat.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR yang membuka kegiatan tersebut menegaskan, kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Menurutnya, momentum menuju lima abad usia kota harus dimanfaatkan untuk mengangkat kembali potensi budaya lokal yang memiliki nilai historis tinggi. Ia juga menyinggung bahwa olahraga panah berkuda sejalan dengan semangat kebersamaan yang diusung dalam tema perayaan tahun ini.
“Antusias anak-anak luar biasa, mereka ingin merasakan langsung bagaimana berkuda dan memanah, apalagi ini baru pertama kali digelar,” ujarnya di sela kegiatan.
Tak hanya menyaksikan, masyarakat yang hadir juga diberi kesempatan mencoba menunggang kuda secara langsung dengan pendampingan tim profesional. Hal ini membuat suasana semakin hidup, dengan warga dari berbagai usia ikut merasakan pengalaman yang jarang ditemui di tengah kota.
Yamin berharap ke depan olahraga panah berkuda tidak hanya berhenti sebagai ajang lomba, tetapi bisa berkembang menjadi destinasi wisata baru di Banjarmasin.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang bisa mengharumkan nama daerah.
Ketua panitia pelaksana, Sheila Putri Mahardika menambahkan, esensi kegiatan ini adalah memperkuat akar budaya sekaligus mempererat silaturahmi antar pecinta olahraga berkuda. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi langkah awal untuk menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap nilai sportivitas dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Lebih dari itu, kejuaraan ini diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran masyarakat untuk kembali mencintai olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya daerah. (nug/KPO-4)















