Status Bencana Tak Pengaruhi Tugas Satgas NSPB

Banjarmasin, KP – Status Tanggap Darurat Banjir dan Air Pasang di Kota Banjarmasin resmi berakhir kemarin, 25 Februari 2021. Namun hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin belum memutuskan apakah status bencana tersebut akan kembali memperpanjang atau mengakhirinya.

Sedangkan kerja Satuan Tugas (Satgas) Normalisasi Sungai dan Penanggulangan Banjir (NSPB) yang dibentuk untuk mengantisipasi kembali terjadinya baru setengah jalan.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Satgas NSPB, Doyo Pudjadi memastikan, bahwa setiap kegiatan yang dilakukan pihaknya seperti melakukan pembongkaran setiap bangunan yang menghambat aliran sungai dan upaya normalisasi akan tetap berlanjut.

“Ada atau tidak ada status, program satgas tetap terus lanjut. Sampai pada parameter yang terukur. Bahwa antar sungai di Banjarmasin harus terkoneksi. Termasuk ke sungai yang besar,” tegasnya saat ditemui awak media di lobby Balai Kota Banjarmasin, Kamis (25/02) petang.

Menurutnya, yang sedikit membedakan dari sebelumnya hanyalah pada penekanan dalam pelaksanaan tugas yang lebih dititik beratkan kepada tugas operasional di tiap SKPD terkait.

“Sehingga perannya sekarang adalah mendampingi,” tambah pria dengan sapaan Doyo itu.

Mengingat dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sekarang ini telah digeser menjadi dana SKPD, sesuai ketentuan yang berlaku.

Berita Lainnya
1 dari 3.193

“TNI, Polri, LSM dan Perguruan Tinggi tetap membackup kegiatan kita. Karena pergeseran anggaran itu juga sekarang Satgas pun menggiring tidak lagi menggunakan dana BTT tapi menggunakan dana pergeseran ke SKPD,” lanjutnya.

Kendati demikian, ia kembali menegaskan, bahwa pembongkaran dan pengerukan tetap akan berlangsung. Terlebih sudah ada dasar yang menjadi pihaknya melakukan ini, yaitu Perda Nomor 2 Tahun 2017.

“Tidak boleh dong hanya karena status tanggap darurat berakhir pembongkaran stop sampai disini. Mereka (pemilik bangunan yang sudah dibongkar) akan marah nanti,” cetusnya.

Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Banjarmasin, Mukhyar mengatakan, ditengah berakhirnya status tanggap darurat banjir, Tim Satgas Normalisasi Sungai dan Penanggulangan Banjir masih diberikan waktu untuk menuntaskan pekerjaannya selama 10 hari kedepan.

“Kita masih cari formulasinya. Apakah diperpanjang 10 hari atau bagaimana. Karena Tim Satgas juga kita berikan kesempatan 10 hari,” ucap Mukhyar.

Terlebih lanjut Mukhyar, sejauh ini masih ada beberapa titik yang terendam, meski tidak berlangsung lama. Hal itu dikarenakan air pasang yang berbarengan dengan curah hujan tinggi.

Oleh karena itu, Tim Satgas Normalisasi Sungai dan Penanggulangan Banjir tetap akan bekerja untuk melakukan normalisasi sungai. Terutama di wilayah prioritas yakni A. Yani dan Veteran.

Disamping juga melakukan terus sosialisasi kepada masyarakat untuk mau membongkar sendiri bangunannya, yang dianggap mempersempit dan menghambat aliran sungai.

“Masih ada beberapa titik. Tapi kalau air surut, maka airnya juga turun. Meskipun cukup memakan waktu lama karena memang nampaknya masih ada sumbatan-sumbatan,” tutupnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya