Dana Hibah Sangat Minim
Kontingen Kalsel Terancam, Tidak Bisa Berangkat ke PON Papua

Sekum KONI Kalsel, Enly Hadiannoor menghawatirkan kontingen Kalsel tidak bisa berangkat ke PON XX Papua, karena minimnya dana hibah yang diterima.

BANJARMASIN, KP – Sekretaris Umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kalimantan Selatan, Enly Hadianor mengatakan kontingen Kalsel baik atlet, pelatih, dan official terancam gagal berangkat ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 mengingat dana hibah yang diterima sangat minim.

“Dengan Rp7,24 miliar dana hibah yang kita terima, kontingen terancam gagal berangkat ke PON XX di Papua,” kata Enly yang didampingi Bidang Pullahta KONI, Subhannoor dan Humas H Mursyid Arpan, kepada media cetak dan elektronik di Banjarmasin, Sabtu (13/3/2021).

Meskipun disepakati hanya 10 cabang olahraga (cabor) diprioritaskan untuk dibina pada pertandingkan di PON XX Papua Oktober mendatang, nilai anggaran tersebut tetap masih sangat jauh dari harapan, sebab pembinaan memerlukan anggaran yang cukup besar belum lagi Kalsel telah ditarget membawa pulang 14 medali emas di ajang bergengsi tersebut, lanjut Enly.

“10 cabor saja darimana anggaran untuk berangkat. Karena Rp7,24 miliar untuk di KONI tidak mungkin, Dispora pun mengatakan tidak ada anggaran untuk itu,” ucapnya.

Sebagai perbandingan, Kalbar memperoleh peringkat ke 23 pada PON XIX tahun 2016 di Jabar dengan dana hibah sebesar Rp30 miliar. Sedangkan pada PON XX Papua dipastikan dana hibah yang diterima KONI Kalbar berkisar antara Rp20-25 miliar.

Berita Lainnya
1 dari 349

Di kancah PON XIX, Kalsel mampu bersaing memperoleh peringkat 16 sementara untuk persiapan tahun ini dana yang diterima melaju di PON XX Papua hanya sebesar Rp7,24 miliar.

“Ini sebagai gambaran, jika kita lihat prestasi PON lalu, Kalbar berada di bawah kita namun dalam segi anggaran mampu melebihi kita,” cetusnya.

Karena ini merupakan event empat tahunan seharusnya kata Enly anggaran untuk PON ini yang lebih di utamakan. Sebab, menunggu di APBD perubahan dikhawatirkan tidak terealisasi mengingat PON Papua beberapa cabor sudah mulai dilaksanakan di bulan September 2021.

Sebelumnya KONI Kalsel mengusulkan sebesar Rp30 miliar lebih untuk PON XX di Papua, setelah dirasionalisasi didapat angka Rp29 miliar.

Informasi mengejutkan diterima KONI Kalsel bahwa dalam dana hibah yang disetujui mereka hanya mendapat Rp7,24 miliar dari total anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel kurang lebih Rp90 miliar.

Ajang multi event PON yang digelar setiap empat tahun sekali, yang sangat bergengsi bagi semua provinsi di Indonesia. Karenanya semua daerah berupaya meloloskan atlet sebanyaknya mengikuti pesta olahraga tersebut.

‘’Akan sangat memalukan kalau sampai Kalsel tidak bisa memberangkatkan kontingen ke PON XX Papua, karena terganjal dana hibah yang sangat minim,’’ pungkas Sekum KONI Kalsel, Enly Hadiannoor. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya