BPOM Lounching Kelotok Laboratorium Keliling

Bahkan rencananya, kelotok laboratorium keliling ini akan turun sebulan sekali untuk melakukan pengujian sampel bahan berbahaya yang terkandung dalam makanan, seperti formalin, boraks, methanyl yellow dan rodhamine B.

BANJARMASIN, KP – Balai Besar Pengawas Obat dan Makan (POM) melounching klotok laboratorium keliling (Kerling) di dermaga depan kantor Walikota Banjarmasin, Sabtu (10/4/2021), di Banjarmasin.

Lounching dilakukan Plt Kepala Balai Besar POM Banjarmasin, Ary Yustantiningsih bersama Pj Sekda Kota Banjarmasin, H Mukhyar dengan melepaskan balon ke udara di atas kelotok laboratorium keliling, yang juga dihadiri pelaku usaha makanan dan minuman.

Ary mengatakan, kerling ini merupakan inovasi pelayanan publik Balai Besar POM untuk melindungi masyarakat dari konsumsi obat dan makanan yang tidak aman.

“Ini merupakan komitmen Badan POM dalam rangka pengawasan obat dan makanan hingga ke pelosok, terutama di sekitar sungai,” kata Ary.

Bahkan rencananya, kelotok laboratorium keliling ini akan turun sebulan sekali untuk melakukan pengujian sampel bahan berbahaya yang terkandung dalam makanan, seperti formalin, boraks, methanyl yellow dan rodhamine B.

Berita Lainnya
1 dari 854

“Alhamdulillah, saat ini sebagian besar makanan yang dijual di wilayah Kalsel aman dari bahan berbahaya ini,” tambahnya, didampingi Pj Sekdako Banjarmasin, Mukhyar.

Selain mengambil sampel makanan yang dijual, Kerling juga berfungsi sebagai sarana komunikasi informasi dan edukasi (KIE) tentang obat dan makanan.

“Ini sebagai bagian partisipasi masyarakat untuk memperhatikan bahan makanan yang dikonsumsi, agar aman dari bahan berbahaya bagi kesehatan,” jelasnya.

Ary juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan pengecekan terhadap bahan makanan atau cek Klik, yakni kemasan, label, izin edar dan kadaluarsa. “Jadi masyarakat aman untuk mengkonsumsi bahan pangan tersebut,” tambah Ary.

Sementara itu, Mukyar menyambut positif inovasi yang dilakukan BPOM Banjarmasin untuk melakukan pengawasan makanan dan minuman yang diproduksi masyarakat.

“Kita apresiasi inovasi ini untuk melindungi konsumen dari bahan makanan yang berbahaya,” kata Mukhyar.

Apalagi di Kota Banjarmasin yang merupakan pusat wisata sungai juga memerlukan pengawasan makanan dan minuman, terutama menjelang Ramadhan dengan adanya pasar wadai. “Mudah-mudahan ini bisa melindungi kesehatan masyarakat,” jelasnya. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya