Gubernur Dorong Pemanfaatan Pekarangan

Palangka Raya, KP – Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran terus mendorong dapat meningkatkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga kepada masyarakat Kalteng.

Memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam buah, sayur serta penghijauan agar selain menambah aktifitas juga dapat membantu ketahanan pangan dimulai dari keluarga.

Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu strategi dalam menjaga ketahanan pangan dimulai dari keluarga, terutama di masa pandemi covid 19, yang lebih banyak waktu dengan keluarga atau di rumah sehingga dapat memanfaatkan aktifitas penghijauan atau pertanian sekala kecil di pekarangan,” ucap Sugianto.

Saat kondisi krisis seperti Covid-19 ini, lanjut Gubernur Sugianto, pertanian menjadi jawaban untuk bisa survive. Dimana tidak diharuskan perlu lahan besar, manfaatkan lahan di pekarangan rumah hal itu juga bisa terlaksana.

Jadi di pekarangan rumah semua orang bisa bertani, bisa menanam tumbuhan dan penghijauan,” ujarnya, Kamis (8/4).

Berita Lainnya
1 dari 479

Sugianto meminta, lingkungan Pemprov, Kepala Dinas dannpegawainya dapat memanfaatkan pekarangan kantor sebagai bahan sumber penghijauan dan pangan sekala kecil.

Program yang sederhana yang saat ini sudah berjalan dilingkup Pemprov, baik penghijauan, menanam tumbuhan dan lainya terus dilakukan, termasuk menjaga kebersihan pekarangan kantor dan rumah.

Gubernur juga minta bupati/wali kota untuk mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, termasuk lahan perkantoran. Karena ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan keluarga, dan lingkup tempat kerja.

Di masa pandemi covid-19, masyarakat dituntut lebih banyak di rumah namun tetap produktif, sehingga kegiatan P2L sangat cocok dilakukan, selain untuk keperluan sehari-hari juga dapat berguna bagi orang lain dan kebersihan,”imbuhnya.

Ia menyatakan, perlunya sinergitas antar stakeholders dan memberdayakan UMKM pangan lokal. “Kita terus mengkampanyekan gerakan diversifikasi pangan lokal. Kita nyatakan diverifikasi pangan lokal adalah kekayaan dan budaya bangsa.

“Bukan hanya beras yang kita miliki, termasuk juga ada ubi-ubian, jagung, sorgum, sagu, kentang, labu dan lainnya,” ujar Sugianto. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya