Noormiliyani Buka Musrenbang Tahun 2022 melalui Zoom Meeting

Marabahan, KP – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Barito Kuala (Batola) Tahun 2022 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Mengingat situasi pandemi Covid-19 serta dalam tahapan PPKM Mikro, maka pelaksanaan kali ini dilakukan secara zoom meeting melalui channel youtube.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS membuka kegiatan di ruang kerjanya sementara Wakil Bupati H Rahmadian Noor, Ketua DPRD Saleh, para anggota forkopimda, Pj Sekda H Abdul Manaf, perwakilan organisasi, dan tokoh masyarakat mengikuti kegiatan di Command Center Diskominfo Batola. Sementara pimpinan SKPD, para camat se-Batola termasuk Kepala Bappeda Provinsi Kalsel hanya mengikuti kegiatan di ruang kerja masing-masing.

Prosesi pembukaan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan laporan panitia, sambutan Kepala Bappeda Provinsi Kalsel melalui Sekretarisnya Rahmiyati JP, Sambutan Ketua DPRD Batola Saleh, hingga sambutan Bupati Batola Hj Noormiliyani AS sekaligus membuka kegiatan. Acara Musrenbang kali ini juga berisi penyampaian rancangan RKPD dari Kepala Bappelitbang Batola H Zulkifli Yadi Noor, diskusi peserta, serta penandatanganan berita acara kesepakatan dari Bupati Hj Noormiliyani AS, Ketua DPRD Saleh, dan Pj Sekda H Abdul Manaf. 

Dalam sambutannya, Bupati Hj Noormiliyani menyatakan, rancangan RKPD Tahun 2022 yang disusun saat ini merupakan perencanaan pembangunan di tahun kelima atau tahun terakhir periode pembangunan jangan menengah daerah dalam masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati H Rahmadian Noor.

Untuk itu ia menekankan, berbagai kebijakan, strategi, program dan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan harus benar-benar diformulasikan secara cermat, mengingat tahun 2022 merupakan tahun penyempurnaan yang diharapkan dapat memberikan manfaatnya bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Di kesempatan musrenbang ini, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu selain juga menyinggung RPJMD 2017-2022 sesuai Perda Batola Nomor 2 Tahun 2018, Visi Batola Setara dan RKPD Tahun 2022, pandemi Covid-19, hingga upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Berita Lainnya
1 dari 250

Terkait itu, lanjutnya, RKPD yang disusun menawarkan 5 prioritas pembangunan yang selaras dan sinkron dengan prioritas pembangunan nasional dan Provinsi Kalsel seperti peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur sarana dan prasarana publik yang mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, sinergitas pelayanan publik bagi terciptanya pemantapan dan pemerataan akses pelayanan juga menjadi prioritas di samping peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, juga diprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya alam dan lingkungan serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui upaya intensifikasi dan diversifikasi usaha guna tercapainya produktivitas dan hilirisasi produk pertanian secara luas.

Kepala Bappeda Provinsi Kalsel Fajar Desira melalui Sekretarisnya Rahmiyati JP mengutarakan, Musrenbang diharapkan semua pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi dan saling mendukung untuk menghasilkan kegiatan pembangunan yang mampu mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat serta pencapaian target-target daerah.

Sebagaimana diketahui bersama, sebut Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, pandemi masih melanda dan pasien terkonfirmasi juga masih belum menunjukan tanda-tanda berakhir. Masalah lain yang terjadi di tahun ini, lanjutnya, Kalsel juga mengalami bencana banjir di 11 kabupaten/kota dengan total korban terdampak kurang lebih 620 ribu jiwa.

Dengan kondisi ini, Kepala Bappeda Provinsi mengharapkan, perencanaan daerah ke depan supaya lebih baik dalam melaksanakan investigasi bencana dan pengelolaan lingkungan hidup meskipun secara umum kesejahteraan masyarakat semakin membaik sesuai data IPM  yang terus mengalami peningkatan namun akibat pandemi pertumbuhannya kontraksi hingga minus 1,81 tapi masih lebih baik dari pada pertumbuhan ekonomi nasional yang minus 2 lebih.

Fajar menambahkan, pandemi juga memicu jumlah pengangguran dan jumlah orang miskin di Provinsi Kalsel pada tahun 2020 bertambah 4,83 persen. Namun demikian, ia masih optimis di tahun 2020 kinerja makro pembangunan daerah akan membaik. Karenanya, ia sangat mengapresiasi daerah-daerah yang melakukan inovasi-inovasi sehingga percepatan pembangunan daerah dapat dilakukan. (ang/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya