Paslon H2D Dinyatakan Pelanggaran Administrasi Pemilu

Banjarmasin, KP – Berdasarkan pemberitahuan tentang status laporan telah teregister dan diumumkan Bawaslu Kalsel bertanggal 17 April 2021 yang ditandatangani Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kasypiah.

Dalam pemberitahuan itu, Bawaslu menyatakan Pasangan Nomor Urut 2, Denny Indrayana – Difriadi (H2D), telah melakukan pelanggaran administrasi dalam Pilkada, sedangkan terkait tuduhan perbuatan pidananya dinyatakan dihentikan. 

Bawaslu Provinsi Kalsel bakal melanjutkan proses penanganan dugaan pelanggaran administrasi dalam tahapan pemungutan suara ulang (PSU) yang dilakukan calon gubernur Denny Indrayana-Difriadi.

Perkara ini terkait spanduk dengan tulisan diduga tersirat citra diri kandidat yang terpasang di zona PSU.

Dugaan pelanggaran itu disampaikan Deasy Irma Harlina, seorang warga Sekumpul, Martapura, pada tanggal 12 April 2021 lalu.

Pihak Denny Indrayana-Difriadi membenarkan laporan yang teregister mengenai spanduk berlogo Partai Demokrat yang memuat foto paslon tersebut yang bertuliskan “AYO BERATAAN BEIMBAIAN” Hijrah Gasan Banua.

Berita Lainnya
1 dari 271

Anggota Tim Kuasa Hukum Haji Denny-Difri (H2D), Muhammad Isrof Parhani, mengatakan laporan memang telah teregister, namun apa yang ditudingkan belum bisa dikatakan terbukti.

“Kita lihat dulu, ulun (saya) harus melihat hasilnya bagaimana.

Hasil kajiannya bagaimana, baru kita bisa komentar masalah itu,” ujarnya.

Menyikapi informasi dari pengumuman Bawaslu Kalsel tersebut, tim kuasa hukum paslon 01, Sahbirin Noor-Muhidin atau BirinMu, menyatakan hal tersebut sebagai bukti nyata Denny Indrayana merupakan pelanggar hukum dalam PSU ini.

“Strategi Denny di medsos yang seakan mencitrakan dirinya sebagai calon yang bersih, tidak melanggar hukum, dan sebagai pihak yang dizolimi, terbantah secara hukum. Meski hanya disebut sebagai pelanggaran administrasi, secara hukum itu jelas pelanggaran,” ujar Ricky Teguh, salah satu anggota tim hukum BirinMu, Minggu (18/4).

Advokat muda lulusan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini meminta warga masyarakat Kalsel agar bersama-sama mengawasi dugaan pelanggaran Pilkada. Khususnya bagi masyarakat di wilayah PSU, untuk aktif melaporkan pelanggaran dan memantau wilayahnya.

“Isu Denny Indrayana membawa orang-orang dari Jakarta untuk membantunya dalam PSU, jangan sampai daerah kita disusupi elit Jakarta yang tidak kenal dan mengerti budaya dan hanya membikin ribut di wilayah Banua ini,” cetus Ricky.(mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya