Gebyar Vaksinasi Kembali Digelar

Banjarmasin, KP – Setelah menggelar Pekan Gebyar Vaksinasi Covid-19 di beberapa tempat ibadah pada tanggal 23 – 30 April lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin kembali berencana melakukan hal serupa di kemudian hari.

Meskipun sebelumnya, Dinkes pernah berucap tidak bakal menggelar kegiatan tersebut, lantaran tidak sedikit petugas kesehatan yang mengalami kelelahan.

Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, program vaksinasi massal tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 21 dan 28 Mei mendatang,

Ia membeberkan, pihaknya bakal kembali menggelar kegiatan tersebut di delapan buah masjid. Kegiatan ini dibungkus dalam program Gebyar Jumat Bervaksin.

“Sesudah lebaran bisa kita genjot lagi. Karena selama ramadhan banyak warga beranggapan mempengaruhi puasa. Sehingga akan kita lakukan lagi dua kali Jumat,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media belum lama tadi.

Berita Lainnya

Awasi Postingan Medsos NaGa

1 dari 2.952

Menurutnya, selama dua kali gelaran program tersebut, pihaknya menargetkan 1.000 orang mendapatkan vaksin Covid-19. Sasarannya masih sama dengan kegiatan sebelumnya, yakni para lansia yang menjadi prioritas.

Adapun masjid-masjid yang menjadi lokasi masih sama dengan sebelumnya. Antara lain, masjid Raya Sabilal Muhtadin, masjid Jami, masjid Al-Jihad, masjid Hasanuddin Majedi, masjid Noor, masjid At Taqwa, masjid Mujahiddin dan Qomaruddin.

“Kita gelar dua kali Jumat. Pelaksanaannya usai shalat Jumat di masjid-masjid besar dan yang banyak jamaahnya,” pungkas pria dengan sapaan Machli itu.Lantas, sejauh ini sudah berapa cakupan vaksinasi Covid-19 para lansia di Banjarmasin?

Terkait hal itu, Machli mengaku masih sangat rendah. Dari target sasaran sebanyak 55.720 lansia, hanya terealisasi sebesar 13,02% atau baru sebanyak 7.254 untuk dosis pertama.

Berbeda dengan cakupan vaksinasi pelayan publik yang sudah cukup tinggi. Dari sasaran sebanyak 60.691 orang, sudah terealisasi 71, 09%, atau sebanyak 43.134 untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua, baru tercapai 24.680 atau sebesar 40,67%.

“Masih sangat rendah. Padahal berbagai upaya telah kita lakukan. Tapi cakupan itu sudah tertinggi se Kalsel,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya