Belum Divaksin, Pj Gubernur Larang PTM

Berita Lainnya
1 dari 3.234

Banjarmasin, KP – Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA menegaskan tidak memberikan izin pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah yang gurunya belum mendapatkan vaksin Covid-19.
“Kita tidak memberikan izin PTM di sekolah yang gurunya belum di vaksin,” tegas Safrizal kepada wartawan, usai paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Anggaran (LPPA) tahun 2020, Kamis (17/6/2021), di Banjarmasin.
Hal yang sama diharapkan bisa ditegaskan bupati dan walikota se Kalsel, yang tidak memberikan izin PTM bagi sekolah yang gurunya belum di vaksin Covid-19.
“Ini adalah syarat yang harus dipenuhi untuk melindungi anak sekolah dari penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah,” tambahnya, didampingi Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK.
Safrizal mengakui, rencana pembelajaran tatap muka akan dilakukan pada tahun ajaran baru di berbagai tingkatan, mulai SD, SMP dan SMA sederajat pada Juli 2021 mendatang.
“Kita minta satuan tugas Covid-19 di daerah bisa melakukan pendataan, sekolah mana yang gurunya sudah di vaksin atau belum, sehingga izin PTM bisa diberikan,” ujar Safrizal.
Apalagi berdasarkan data di Dinas Pendidikan Kalsel, dari 105.116 guru SMK/SMK di Kalsel, hanya sekitar 55.671 orang yang sudah divaksin, dan diharapkan seluruhnya rampung sebelum tahun ajaran baru berlangsung.
Jika masih ada yang belum di vaksin, maka sekolah dilarang melaksanakan PTM, karena akan membahayakan anak sekolah, yang rentan tertular Covid-19. “Vaksinasi ini adalah satu-satunya cara memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui herd community atau kekebalan kelompok,” ungkapnya.
Hal yang sama juga diminta agar bupati dan walikota mencari cara sebaik-baiknya untuk memberikan vaksin kepada lansia, mengingat hingga kini capaiannya masih rendah.
“Kalau memang sulit, sebaiknya menerapkan “antar bola”, dimana petugas vaksin mendatangi langsung ke desa, RT ataupun rumah, agar lansia mendapatkan vaksinasi,” kata Safrizal.
Sedangkan mengenai vaksin yang tersisa 15 persen, menurut Safrizal, pihaknya telah mengajukan permohonan ke pusat untuk penambahan vaksin, dan jumlah tersebut sebenarnya cukup untuk vaksinasi lansia. “Belum habis, dan sisa 15 persen untuk vaksinasi bagi lansia maupun guru,” ujarnya. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya